Intuisi Aktivitas Siswa dalam Model Interaksi Leikin pada Pembelajaran Matematika

  • Finensius Y Naja Universitas Flores
  • Sofia sao Universitas Flores
  • Agustina Mei Universitas Flores
Keywords: Intuisi, Aktivitas, model Interaksi Leikin

Abstract

Intuisi aktivitas merupakan proses interaksi berpikir yang berhubungan dengan perlakuan siswa secara spontan dalam situasi pembelajaran. Berpikir spontan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu spontan yang munculnya tiba-tiba saat seseorang memahami masalah dan spontan yang munculnya berdasarkan pengalaman masa lalu dari orang tersebut. Intuisi berkaitan erat dengan interaksi, intuisi akan terlihat disaat adanya interaksi seseorang dengan orang lain atau dengan sesuatu yang lain. Tujuan dari penelitian ini mningkatkan aktivitas interaksi siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model interaksi Leikin. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix-method melalui desain perangkat model pembelajaran interaksi Leikin, pada penelitian ini digunakan analisis deskriptif untuk mengetahui intuisi interaksi. Interaksi dalam penelitian ini adalah aktifitas yang terjadi  dalam hubungan kebutuhan pada proses pembelajaran, yaitu hubungan antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa dan siswa dengan sumber belajar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Aktifitas guru dalam menjalankan pembelajaran tinggi dari hasil validasi yaitu dengan nilai rata-rata 3,58 terletak pada kriteria tinggi. Respon siswa terhadap pembelajaran dilihat dari aktifitas siswa mencapai nilai  rata-rata 74,16%, maka indikator respon  terletak pada kriteria Positif.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiman Hedi. (2010). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematika Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Software 3D. Bandung Universitas Pendidikan Indonesia.

Gunawan, A. W. (2006). Genius Learning Strategy. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Hudojo. (2001). Psikologi Kognitif Untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Johson. (2007). contextual Teaching and Learning menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikan.

Leikin Roza. (2005). PILIHAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKAGURU: FOKUS PADA SIMETRI. https://www.scribd.com/document/335746481/Roza-Leikin-1

Lester, Frank, K. (1980). Research on Mathematical Probleng Solving Shumway, the national council of teacher of mathematical, Inc.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta, Pustaka Belajar.

Sa’o Sofia. (2019). Berpikir Intuisi siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika.

Sani, B. (2016). Perbandingan kemampuan siswa berpikir reflektif dengan siswa berpikir intuitif di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 4(2), 163–175. https://doi.org/10.21831/jpms.v4i2.12947

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung, Alfabeta.

Suherman, E. dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung PT Remaja Rosdakkarya.

Sumadi Suryabrata. (2000). Metode Penelitian. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Published
2020-07-03
How to Cite
Naja, F., sao, S., & Mei, A. (2020). Intuisi Aktivitas Siswa dalam Model Interaksi Leikin pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 562-569. https://doi.org/10.31004/cendekia.v4i2.266
Share |