https://j-cup.org/index.php/cendekia/issue/feedJurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika2026-02-21T13:15:43+07:00Zulfahzulfahasni670@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data" width="100%" bgcolor="#d4ded1"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"> Journal title</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index">Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika</a><strong><br></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Initials</td> <td width="80%">: <a title="Official Website Jurnal Pendidikan Tambusai" href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index" target="_blank" rel="noopener">JC</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Frequency</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/about">3 issues per year (March, July, and November)</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> DOI</td> <td width="80%">: prefix 10.31004</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Print ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1511750839">2614-3038</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Online ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1489632272">2579-9258</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Editor-in-chief</td> <td width="80%">: <a title="Google Scholar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=xIInaz4AAAAJ&hl=en">Zulfah, M.Pd.</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Managing Editor</td> <td width="80%">: Aan Putra, M.Pd</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Publisher</td> <td width="80%">: <a title="Website Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai" href="http://universitaspahlawan.ac.id/id/">Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Citation Analysis</td> <td width="80%">: <a title="Go to Google Scolar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=oVZB2BcAAAAJ&hl=en&authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scolar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <hr> <div> <p> Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published three times a year. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.</p> </div> <div id="journalDescription"> <table style="margin-top: 10px;" border="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"> <div style="background-color: #f5f5f5; border: 1px dotted SeaGreen; padding-bottom: 6px; padding: 15px; display: inline-block;"> <ul> <ul> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1511750839&1&&2017">2614-3038</a></em></strong> (print)</li> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1489632272&1&&" target="_blank" rel="noopener">2579-9258</a></em></strong> (online)</li> </ul> </ul> <img src="/public/site/images/zulfahasni/0001.jpg" width="275" height="194"></div> </td> </tr> </tbody> </table> </div>https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4063Rekonstruksi Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan dan Bermakna: Eksplorasi Kualitatif Metode Lompat Tali Dzikir di Madrasah Ibtidaiyah2025-12-05T15:41:33+07:00Alfiatur Rohmaniyahalfiatur.rohmaniyah24010@mhs.uingusdur.ac.idMuhammad Dzimaralfiatur.rohmaniyah24010@mhs.uingusdur.ac.id<p>Pembelajaran matematika di madrasah ibtidaiyah sering kali dihadapkan pada tantangan abstraksi konsep dan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Banyak pendekatan pembelajaran belum mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Lompat Tali Dzikir dalam pembelajaran KPK di madrasah ibtidaiyah, serta mengkaji dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterlibatan belajar siswa, dan integrasi nilai spiritual melalui permainan tradisional. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas V madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep KPK secara konkret, serta menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Selain itu, aktivitas dzikir yang terintegrasi dalam proses belajar memberikan penguatan spiritual yang berdampak positif pada sikap dan karakter siswa. Penelitian ini mengisi celah kajian sebelumnya yang jarang mengaitkan pembelajaran matematika dengan elemen budaya dan spiritualitas secara simultan. Metode ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran kontekstual-religius yang mendukung penguatan profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai Islam.</p>2025-12-05T14:09:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4126Penerapan Model Problem-Based Learning berbantuan Strategi Example-NonExample untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa2025-12-05T15:41:33+07:00Osfir Candikia Rara Komarakomararara@gmail.comChristine Suryaningrum Wulandarichristine.wulandari@unmuhjember.ac.idSri Rahayuosfircandiki@gmail.com<p>Permasalahan rendahnya kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan tiga indikator utama <em>PISA</em> yakni memahami konteks, merumuskan masalah, dan menafsirkan hasil pada materi garis singgung lingkaran, menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Upaya yang pernah diterapkan seperti <em>Problem-Based Learning</em> (PBL), memang menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, namun belum sepenuhnya optimal karena sebagian siswa masih kesulitan memasuki tahap pemecahan masalah tanpa penguatan awal. Sementara itu, strategi <em>Example–NonExample</em> diketahui mampu memperjelas batasan konsep melalui penyajian contoh dan non-contoh, tetapi penggunaannya belum banyak diintegrasikan secara strategis untuk mendukung proses <em>PBL</em> maupun peningkatan literasi matematis. Dengan memadukan kedua pendekatan tersebut, pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh penguatan visual dan konseptual sebelum memasuki tahap investigasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas XI-7 SMAN 5 Jember melalui Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui tes literasi matematis, observasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator literasi matematis, dengan rata-rata kenaikan 14% dari siklus I ke II serta pergeseran signifikan jumlah siswa ke kategori kemampuan tinggi. Temuan ini menampilkan bahwa integrasi PBL berbantuan Example–NonExample mampu mengoptimalkan pembelajaran kontekstual dan visual, sehingga efektif meningkatkan literasi matematis siswa.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Literasi matematika, <em>Problem-based Learning</em>, <em>Example NonExample</em></p>2025-12-05T15:34:34+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4601Pengaruh Self-Regulated Learning dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa MTs Negeri Kota Jayapura2025-12-07T23:15:31+07:00Rian Efendirianefendi07@gmail.comElieser Kulimbangrianefendi07@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika di MTs Negeri Kota Jayapura, sebuah madrasah di wilayah perbatasan, mencerminkan tantangan kompleks dalam pendidikan matematika di daerah khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar (self-regulated learning) dan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di MTs Negeri Kota Jayapura. Metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional diterapkan pada sampel 162 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes uraian, kemudian dianalisis dengan regresi linier. Hasil penelitian mengungkap temuan yang paradoksal: kemandirian belajar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, sementara gaya belajar visual terbukti menjadi prediktor positif terkuat dibandingkan gaya auditori dan kinestetik. Secara simultan, kombinasi variabel-variabel ini hanya menjelaskan 16.4% varians kemampuan pemecahan masalah, mengindikasikan dominannya faktor lain yang tidak terukur. Temuan ini menyoroti ketidakselarasan potensial antara konstruk kemandirian belajar generik dengan tuntutan spesifik pemecahan masalah matematika di konteks MTs Negeri Kota Jayapura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pedagogis yang berfokus pada penguatan representasi visual dan pengembangan strategi pembelajaran yang kontekstual diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di madrasah perbatasan.</p>2025-12-05T15:41:18+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4634Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Self-Confidence2025-12-05T15:55:54+07:00Yemi Kuswardiyemikuswardi@staff.uns.ac.idJuniati Juniatijuniyati@student.uns.ac.idSutopo Sutoposutopo72@staff.uns.ac.idBudi Usodobudi_usodo@staff.uns.ac.idHenny Ekana Chrisnawatihennyekana@staff.uns.ac.idFarida Nurhasanahfarida.nurhasanah@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, pembelajaran dengan model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk, Think Pair Share dengan Problem Posing, atau Problem-Based Learning, (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, peserta didik dengan self-confidence tinggi, sedang atau rendah, (3) Ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 3 x 3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X pada salah satu SMA Negeri di Sukoharjo. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes pada materi fungsi kuadrat untuk mendapatkan data kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan angket Self-confidence untuk mendapatkan data kepercayaan diri peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan dua sel yang tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran Problem-Based Learning, model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya dengan model pembelajaran Think Pair Share dengan Problem Posing, (2) peserta didik dengan self-confidence lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada peserta didik dengan self-confidence lebih rendah, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik.</p>2025-12-05T15:55:54+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4533Pengembangan Media Pembelajaran “KADARA” untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Disabilitas2025-12-05T16:07:43+07:00Yenni Novita Harahapyenninovita17@gmail.comArmanila Armanilayenninovita17@gmail.com<p>Anak-anak dengan disabilitas intelektual sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, terutama keterampilan berhitung, karena keterbatasan dalam berpikir abstrak, memori kerja, dan pemrosesan informasi. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan akademik dan kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Solusi pembelajaran konvensional yang diterapkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) seringkali kurang responsif terhadap kebutuhan individual siswa, sehingga dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital bernama Kadara (Kalkulasi Adaptif Ramah Disabilitas), yang memanfaatkan teknologi deep learning untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal berhitung dan gaya penyajian materi secara real-time berdasarkan performa dan respons siswa. Penelitian ini juga menekankan keberlanjutan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Yang menjadi sampel pada penellitian ini adalah anak disabilitas intelektual ringan dengan umur 12 -15 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan validasi ahli, respon guru, respon siswa, tes hasil belajar, serta observasi keterlibatan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran KADARA layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran numerasi bagi siswa dengan disabilitas intelektual. Secara keseluruhan, media KADARA terbukti dapat meningkatkan pengalaman belajar numerasi yang lebih interaktif dan menyenangkan</p>2025-12-05T16:07:43+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4638The Effectiveness of Circle Adventure Educational Game in Enhancing Student’s Problem-Solving Skills on Circle Topics among Grade XI2025-12-16T15:19:04+07:00I Made Artha Mulyasaartha.mulyasa@undiksha.ac.idI Putu Wisna Ariawanwisna.ariawan@undiksha.ac.idNi Nyoman Parwatinyoman.parwati@undiksha.ac.id<p>The development of game-based mathematics learning media serves as a strategic means of improving problem-solving skills among grade XI students in learning circle concepts. This research aims to produce RPG Maker MV-based learning media that is valid, practical and effective in improving problem solving for class XI circle material. This research uses a development method with the ADDIE model which consists of five stages, namely Analysis, Planning, Development, Implementation, and Evaluation. There are 2 (two) tests carried out, namely through formative evaluation with research success criteria, post-test and pre-test scores based on the N-Gain Test with the completeness criterion g≥30 and the Learning Goal Achievement Criteria with the completeness criterion X>40. Based on the media use effectiveness test, an N-Gain result of 0.60 was obtained with the medium category and the results of the Learning Goal Achievement Criteria with a percentage of 97.22% with the complete category based on a limited trial of 39 students of SMA Negeri 1 Singaraja.</p>2025-12-16T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4167Eksplorasi Konsep Geometri pada Rumah Bolon Batak Toba dan Permainan Engklek sebagai Media Pembelajaran Matematika Kontekstual2025-12-17T17:05:18+07:00Indah anastasya togatoropindahsimatupang20@gmail.comVera Wati Malauindahsimatupang20@gmail.comAswan Faisal Lumban Tobingindahsimatupang20@gmail.comMarlina Sinagaindahsimatupang20@gmail.comTanty Novelia Tariganindahsimatupang20@gmail.comBahtera R S Siahaanindahsimatupang20@gmail.comClara Theresia Lumantoruanindahsimatupang20@gmail.com<p>Matematika memegang peranan krusial dalam eksistensi manusia, matematika menjadi fondasi untuk mengasah kapabilitas penalaran logis, analitis, serta pemecahan persoalan. Salah satu metode yang efektif dalam menghubungkan konsep-konsep matematis dengan situasi riil adalah etnomatematika. Studi ini dirancang untuk menggali dan mengkaji prinsip-prinsip geometri yang terintegrasi dalam arsitektur Rumah Bolon Batak Toba dan dinamika pelaksanaaan permainan tradisional Engklek, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif pembelajaran matematika yang relevan dengan konteks budaya setempat. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif melalui pendekatan etnografi, yang diaplikasikan melalui observasi dan pengumpulan dokumen pada dua subjek budaya. Temuan studi mengindikasikan bahwa Rumah Bolon dan Engklek keduanya menampilkan beragam bentuk geometris, termasuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan trapesium. Modul-modul ini juga mencakup konsep-konsep seperti simetri, kesamaan, dan keseimbangan. Korespondensi dalam pola bentuk ini mengindikasikan penerapan prinsip-prinsip matematika secara naluriah dalam praktik budaya masyarakat. Penggabungan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan matematika tidak hanya meningkatkan relevansi materi pembelajaran, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya. Oleh karena itu, Rumah Bolon dan Engklek dapat berfungsi sebagai sarana edukatif yang efisien untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai konsep geometri, sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan materi pembelajaran berbasis etnomatematika di masa depan.</p>2025-12-17T17:05:18+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4000Eksplorasi Etnomatematika pada Batik Incoang Kerinci Sebagai Sumber Belajar pada Pembelajaran Geometri di Sekolah Menengah Pertama2026-01-09T16:23:35+07:00Aila Ailaailadeya80@gmail.comMaila Sarisarimaila266@gmail.com<p>Batik Incoang Kerinci merupakan warisan budaya lokal yang kaya akan pola dan bentuk geometris, namun potensi matematisnya belum banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika pada motif Batik Incoang sebagai sumber pembelajaran geometri di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman wawancara serta lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Gunung Kerinci, Nasi Ajeang, Bilik Padi, Kantong Semar, dan Lapeak memuat konsep geometri dan transformasi seperti segitiga, lingkaran, belah ketupat, garis sejajar, translasi, rotasi, refleksi, dan kekongruenan. Penelitian menunjukkan bahwa Batik Incoang memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan budaya lokal. Ini akan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep geometri dan meningkatkan rasa terima kasih mereka terhadap warisan budaya Kerinci.</p>2026-01-09T16:23:35+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4026Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Fungsi Kompleks2026-01-14T10:19:24+07:00Rena Revitarena.revita@uin-suska.ac.idDepi Fitrainidepi.fitraini@uin-suska.ac.idAde Irmarena.revita@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan hasil belajar mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan mahasiswa yang tidak belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Penelitian ini dilakukan pada perkuliahan fungsi kompleks dikarenakan penting bagi dosen menggunakan model maupun metode dalam pembelajaran salah satunya metode tutor sebaya. Pada penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa semester 5 pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau semester Ganjil 2023-2024. Sedangkan yang menjadi sampel ialah kelas PMT 5A dan PMT 5B. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan teknik observasi dan instrumen yang digunakan yaitu soal ujian akhir semester dan lembar observasi kegiatan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan yakni Uji-t untuk melihat ada atau tidak perbedaan antara hasil belajar menggunakan pembelajaran tutor sebaya dengan yang tidak menggunakan tutor sebaya. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fungsi kompleks antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan mahasiswa yang belajar dengan tidak menggunakan metode tutor sebaya.</p>2026-01-14T10:19:24+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4620Systematic Literature Review: Penerapan Modul dalam Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Matematis2026-01-21T11:31:41+07:00Harnengsih Harnengsihharnengsih20@gmail.comVenissa Dian Mawarsarivenissa@unimus.ac.idDwi Sulistyaningsihdwisulis@unimus.ac.id<p>Penggunaan modul pembelajaran dalam pendekatan <em>Discovery Learning</em> semakin banyak dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa. Namun, temuan empiris terkait efektivitas penerapan modul tersebut masih tersebar dan belum disintesis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan modul berbasis <em>Discovery Learning</em> serta dampaknya terhadap kemampuan matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah terindeks SINTA yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025 melalui Google Scholar. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 14 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa modul berbasis <em>Discovery Learning</em>, baik dalam bentuk modul cetak maupun e-modul, terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan berbagai aspek kemampuan matematis siswa, terutama pemahaman konsep, pemecahan masalah, berpikir kritis, numerasi, dan komunikasi matematis. Modul berperan sebagai panduan belajar sistematis yang mendorong keterlibatan aktif, kemandirian belajar, serta proses penemuan konsep secara bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul berbasis <em>Discovery Learning</em> merupakan strategi pembelajaran yang relevan dan efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran matematika abad ke-21.</p>2026-01-21T11:31:41+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4681Peran Orangtua Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa2026-01-21T11:36:11+07:00Ismawati Sibalaismawati@stkipmuhammadiyahkalabahi.idMukmin Amsidiismawati@stkipmuhammadiyahkalabahi.id<p>Peran dan fungsi orangtua dalam proses belajar mengajar peserta didik menjadi hal yang penting dalam keberhasilan belajar seorang siswa, tinggi atau rendahnya prosentase kehadiran orangtua sangatlah berpengaruh terhadap Keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VIII-1 SMP Negeri Cokroaminoto Kalabahi tahun ajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap siswa, orang tua, dan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa. Orang tua yang terlibat aktif dalam mendukung kegiatan belajar anaknya, memberikan dorongan, dan menunjukkan minat terhadap prestasi matematika anaknya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebaliknya, kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran matematika dapat berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa. Ditemukan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua, siswa, dan guru matematika berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar. Orang tua yang mengalokasikan waktu untuk membahas kemajuan akademik anaknya, membantu mengerjakan tugas, dan memberikan penguatan positif dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah. Selain itu, ditemukan bahwa sikap positif orang tua terhadap matematika dan keterlibatan mereka dalam kegiatan matematika di luar sekolah, seperti kunjungan ke museum matematika atau diskusi matematika di rumah, dapat merangsang minat dan motivasi siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar sekolah dan orang tua berkolaborasi untuk menciptakan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran orang tua dalam mendukung motivasi belajar matematika siswa di tingkat sekolah menengah.</p>2026-01-21T11:36:11+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4774Membangun Pemahaman Matematis Melalui Perspektif Konstruktivisme Sosial: Implementasi Discovery Learning dalam Pengembangan Nalar Kritis Peserta Didik2026-01-21T12:00:10+07:00Ni Putu Gya Ranitya Septianagyasptnrans21@gmail.comI Gusti Putu Sudiartagya@student.undiksha.ac.id<p>Penerapan Discovery Learning berbasis konstruktivisme sosial terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep matematis dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Model ini mendorong siswa untuk aktif mengeksplorasi konsep, berkolaborasi dengan teman sebaya, serta merefleksikan proses dan hasil belajar mereka. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik membangun pengetahuan secara mandiri, bermakna, dan kontekstual, sesuai pengalaman dan interaksi sosial dalam lingkungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menelaah temuan terkait penerapan Discovery Learning dalam kerangka konstruktivisme sosial untuk mengembangkan pemahaman matematis dan menumbuhkan nalar kritis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 29 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan antara 2020–2025, diperoleh dari basis data Google Scholar, Semantic Scholar, dan Scopus melalui Publish or Perish, dianalisis secara sistematis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Discovery Learning, bila diterapkan melalui prinsip konstruktivisme sosial, secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis. Aktivitas eksplorasi, diskusi, kolaborasi, dan refleksi terbukti sangat efektif, sementara interaksi sosial dan scaffolding guru menjadi faktor kunci dalam mendukung pembentukan struktur pengetahuan yang bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Discovery Learning dengan konstruktivisme sosial merupakan pendekatan pedagogis yang relevan dan efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi di pendidikan abad ke-21.</p>2026-01-21T12:00:10+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4591Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi2026-01-22T23:27:30+07:00Ani Atimaraniatimar@gmail.comWikasanti Dwi Rahayuaniatimar@gmail.comTasnim Rahmataniatimar@gmail.comGema Hista Medikaaniatimar@gmail.com<p>Siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Bukittinggi mempunyai kemampuan berpikir kritis matematika yang rendah, yang diakibatkan oleh metode pengajaran yang berfokus pada guru dan kurang beragam. Salah satu solusi untuk masalah ini ialah menerapkan model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran kooperatif. Tujuan utama penelitian ini ialah guna mengetahui sejauh mana siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Bukittinggi menerapkan model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini ialah studi pra-eksperimental dengan desain perbandingan kelompok statis. Populasi penelitian ini meliputi sembilan kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi. Untuk penelitian ini, peneliti mengaplikasikan sampel yang tersusun dari dua kelas: VIII C selaku kelompok kontrol dan VIII B selaku kelompok eksperimen. Alat yang digunakan adalah alat evaluasi kemampuan siswa dalam berpikir kritis tentang matematika. Analisis statistik t-test digunakan untuk menganalisis data. Menurut analisis data ujian kemampuan berpikir kritis matematis siswa, diputuskan bahwa . Hal ini membuat peneliti menolak , karena . Perhitungan hasil menggunakan perangkat lunak Minitab juga mendukung hal ini, dengan nilai sebesar 0,3 < 0,05 = α. Sebab itu, bisa dirumuskan bahwa siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Bukittinggi memperoleh keuntungan penting pada model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.</p>2026-01-22T23:27:30+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4635Systematic Literature Review (SLR): Efektivitas E-Modul dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa2026-01-22T23:40:27+07:00Elita Astri Widya Danyelitaastri23@gmail.comIswahyudi Joko Suprayitnoiswahyudi@unimus.ac.idAbdul Aziziswahyudi@unimus.ac.id<p>Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah, yang ditunjukkan oleh skor PISA 2022 dan dominasi pendekatan pembelajaran konvensional. Inovasi pegagogis berupa E-modul interaktif muncul sebagai Solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung Kurikulum Merdeka. Akan tetapi, ketidakseragaman hasil penelitian mengenai efektivitas E-modul terhadap pemahaman konsep matematika mendorong perlunya kajian sistematis yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas E-modul, menetapkan ciri-ciri E-modul yang berhasil, dan mengidentifikasi elemen-elemen yang berkontribusi pada kesuksesan penerapannya. Studi ini menggunakan metode SLR dengan berpedoman pada protocol PRISMA, menganalisis 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (publikasi 2021-2025) dari basis data akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan dan penerapan E-Modul secara konsisten memberikan kontribusi positif dan siginikan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Efektivitas ini didukung oleh integrasi E-Modul dengan model konstruktivis (seperti PBL dan Discovery Learning) dan pendekatan kontekstual. E-Modul yang unggul dicirikan oleh desain yang valid, praktis, interaktivitas tinggi, serta dukungan alat visual modern (Geogebra, Desmos, Wordwall). Keberhasilan implementasi juga didorong oleh peningkatan motivasi dan kemandirian belajar siswa. Kesimpulan dari SLR ini Adalah E-modul interaktif merupakan alternatif bahan ajar yang teruji dan efektif dalam mengatasi kendala pemahaman konsep matematis siswa, menjadikannya Solusi yang dapat diandalkan untuk peningatan hasil belajar.</p>2026-01-22T23:40:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4364Lintasan Belajar Pada Materi Teorema Pythagoras dengan Menggunakan Pendekatan Problem Based Learning (PBL)2026-01-22T23:47:57+07:00Kristina Beto Namarenmemar@gmail.comMariana Marta Towerenmemar@gmail.com<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep Teorema Pythagoras dengan mengembangkan <em>Hypothetical Learning Trajectory</em> (HLT) berbasis <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dan mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian desain dengan pendekatan kualitatif. Kegiatan penelitian berlangsung di SMPS Dharma Nusa, Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng pada bulan Mei 2025, dengan subjek siswa kelas VIII. Data penelitian dikumpulkan melalui proses pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS), tes tertulis, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara teoretis, lintasan belajar berbasis PBL dapat memfasilitasi penemuan konsep Teorema Pythagoras; (2) kemampuan pemahaman konsep siswa meningkat, di mana pada masalah 1, 19 dari 20 siswa mencapai indikator 1-4, sedangkan 1 siswa belum mencapai indikator 4; pada masalah 2, 18 siswa mencapai indikator 1-4, dan 2 siswa belum mencapai indikator 3-4.</p>2026-01-22T23:47:57+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4809Pengembangan E-Modul Berbasis Kontekstual Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman2026-01-25T12:55:09+07:00Ramon Muhandazramon.muhan@uin-suska.ac.idAde Irmaade.irma@uin-suska.ac.idAwliyah Ramadhan11910524186@students.uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini menanggapi kebutuhan bahan ajar digital matematika yang bermakna melalui pengembangan e-modul Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berbasis kontekstual yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sebagai penguatan karakter peserta didik. Tujuan penelitian adalah menghasilkan e-modul yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE (Analysis–Design–Development–Implementation–Evaluation) berbantuan Flip PDF Professional. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli (ahli materi dan ahli teknologi pendidikan), angket kepraktisan siswa pada uji kelompok kecil (10 siswa) dan uji kelompok terbatas (20 siswa), serta tes post-test berupa 5 soal uraian. Data validitas dan kepraktisan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase keidealan, sedangkan efektivitas dianalisis dengan membandingkan nilai post-test kelas eksperimen (n=20) dan kelas kontrol (n=18) menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan e-modul berada pada kategori sangat valid (85,68% dan 82,25%) dan sangat praktis (89,71% dan 90,8%). Nilai post-test kelas eksperimen (M=87,16) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M=61,78) dan berbeda signifikan (U=13,5 < Utabel=112; α=0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa e-modul layak digunakan dan mampu meningkatkan hasil belajar SPLDV sekaligus memperkuat nilai karakter peserta didik.</p>2026-01-25T12:55:09+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4625Pengaruh Intuisi Terhadap Pemecahan Masalah Soal Matematika Kategori Hots: Systematic Literature Review2026-01-26T16:41:03+07:00Retno Wulan Paripurnaretnowulanparipurna@gmail.comEko Andy Purnomoekoandy@unimus.ac.id<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana intuisi berperan dalam menyelesaikan permasalahan matematika Higher Order Thinking (HOTS). Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan utama pembelajaran matematika, khususnya dalam menyelesaikan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS, terutama pada materi himpunan, yang menuntut pemahaman konsep, penalaran logis, dan intuisi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari intuisi matematis pada materi himpunan kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan tingkat intuisi matematis, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal HOTS, angket intuisi matematis, dan wawancara klinis. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan intuisi tinggi mampu memahami masalah dan menentukan strategi awal dengan cepat, namun masih memerlukan penalaran logis untuk memverifikasi solusi. Siswa dengan intuisi sedang dan rendah mengalami kesulitan pada tahap perencanaan dan evaluasi penyelesaian. Temuan ini menunjukkan bahwa intuisi berperan sebagai pemicu awal dalam pemecahan masalah, tetapi perlu dikombinasikan dengan penalaran logis agar menghasilkan solusi yang tepat. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu mengintegrasikan pengembangan intuisi dan penalaran logis secara seimbang untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah HOTS siswa.</p>2026-01-26T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4630Eksplorasi Etnomatematika Pada Proses Pembuatan Makanan Tradisional Kue Lupis di Pasar Garotan Wajak2026-01-26T17:39:18+07:00Siti Nur KhasanahSitinurkhasanah22@alqolam.ac.idWildan Hakimwildan@alqolam.ac.id<p>Pembelajaran matematika sering dianggap abstrak dan kurang kontekstual oleh peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah etnomatematika, yang mengintegrasikan aktivitas budaya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatan kue lupis sebagai kajian etnomatematika di Pasar Garotan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pembuat kue lupis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan pembuatan kue lupis mengandung konsep matematika, meliputi pengukuran, perbandingan dan proporsi, waktu, geometri, simetri, serta operasi aritmetika. Tahap perendaman mencerminkan konsep rasio antara beras ketan dan air, tahap pembungkusan menunjukkan konsep geometri dan simetri pada bentuk segitiga, tahap perebusan berkaitan dengan perbandingan jumlah bahan dan waktu pemasakan, sedangkan tahap penyajian dan pemasaran melibatkan perhitungan takaran, harga, dan keuntungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan kue lupis tidak hanya merepresentasikan kearifan budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber dan media pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.</p>2026-01-26T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4580Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan GeoGebra terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP2026-01-26T22:41:42+07:00Husnul Khotimah Salsabila Firdausyhksfirdausy15@gmail.comAnwar Mutaqinanwar_mutaqin@untirta.ac.idSyamsuri Syamsurisyamsuri@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam mengemukakan ide matematika secara tertulis, simbolik, maupun visual. Metode yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas tiga kelas VIII SMP Negeri 10 Jakarta tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas eksperimen 1 (inkuiri terbimbing berbantuan GeoGebra), kelas eksperimen 2 (inkuiri terbimbing tanpa GeoGebra), dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes kemampuan komunikasi matematis dan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelas. Siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing berbantuan GeoGebra memperoleh rata-rata kemampuan komunikasi matematis lebih tinggi dibandingkan dua kelas lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan GeoGebra dalam pembelajaran inkuiri terbimbing dapat memfasilitasi siswa dalam mengekspresikan ide matematis secara tertulis, menggunakan simbol dengan tepat, serta menggambarkan representasi visual secara proporsional. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan media interaktif seperti GeoGebra dapat memperkuat efektivitas model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.</p>2026-01-26T22:41:42+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4782Pengaruh Disposisi Matematis terhadap Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Kelas XI di SMK Daarul Fataa2026-01-26T22:49:19+07:00Cholidah Cholidahoiechldh@gmail.comAmanda Nur Intan Jelitaamandanurintan@gmail.comAisyah Aulia Maulidaaisyahaulia359@gmail.comArif Rahman Hakimarsyanriftyrahman@gmail.com<p>Kemampuan koneksi matematika merupakan salah satu faktor yang penting dan berkaitan dengan sikap positif siswa dalam memahami serta menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar disposisi matematis mempengaruhi kemampuan koneksi matematika. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Daarul Fataa pada siswa kelas XI dengan sampel sebanyak 93 siswa. Instrumen tes yang digunakan, yaitu tes koneksi matematika sebanyak 5 soal uraian dengan hasil analisis validitas terdapat 3 soal uraian yang dinyatakan valid dan angket disposisi sebanyak 40 pernyataan dengan hasil analisis terdapat 32 butir pernyataan yang dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara disposisi matematis terhadap kemampuan koneksi matematika dengan korelasi 0,251. Dengan kata lain, korelasinya berada dalam kategori rendah. Besarnya pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan koneksi matematika siswa kelas XI SMK Darul Fataa sebesar 6,3%. Hasil ini juga dapat ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = 31,316 + 0,396X dengan Y adalah kemampuan koneksi matematika siswa kelas XI SMK Daarul Fataa dan X adalah disposisi matematis siswa kelas XI SMK Daarul Fataa. Kesimpulannya bahwa disposisi matematis memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan koneksi matematika.</p>2026-01-26T22:49:19+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4679Pengaruh Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing (AKS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP Negeri 7 Kotamobagu2026-01-26T22:55:31+07:00Rukia Mokoginta20504061@unima.ac.idIchdar Domuichdardomu@unima.ac.idJames Uriel Mangobijamesmangobi@unima.ac.id<p>Studi yang mengkaji pengaruh model Active Knowledge Sharing terhadap capaian belajar matematika khususnya materi Aritmatika Sosial di kalangan siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kotamobagu. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment. Teknik random sampling digunakan untuk memilih sampel yang terdiri dari dua kelas, masing-masing berjumlah 28 siswa. Kelas VII A ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang menerima perlakuan pembelajaran dengan model AKS, sementara kelas VII B berperan sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa model AKS memberikan pengaruh yang signifikan dan substantif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Temuan ini semakin diperkuat oleh hasil perhitungan effect size Cohen's yang berada dalam kategori besar, mengindikasikan bahwa dampak praktis penerapan model ini sangat kuat dalam konteks pembelajaran di kelas.</p>2026-01-26T22:55:31+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4779Pengaruh Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking Berbantuan LKPD Interaktif Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Self Efficacy Siswa SMK2026-02-01T11:41:35+07:00Cherlyantika Agustina2225220005@untirta.ac.idNovaliyosi Novaliyosicherlyantika83@gmail.comIlmiyati Rahayucherlyantika83@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking (DDCT) berbantuan LKPD interaktif terhadap kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy siswa SMK. Masalah utama penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis serta self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian mencakup kelas XI TKJ 1 (eksperimen) dan XI TKJ 2 (kontrol) di SMKN 7 Pandeglang. Kelas eksperimen menggunakan model DDCT berbantuan LKPD interaktif, sementara kelas kontrol menggunakan Discovery Learning. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis dan angket self-efficacy. Hasil Uji-T menunjukkan perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kedua kelas. Selain itu, uji Mann-Whitney mengonfirmasi adanya perbedaan self-efficacy yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy siswa yang menggunakan model DDCT berbantuan LKPD interaktif lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan model Discovery Learning.</p>2026-02-01T11:41:35+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4817Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Konten Ruang dan Bentuk2026-02-01T11:55:43+07:00Anggi Apriliyanif1041201052@student.untan.ac.idHalini Halinif1041201052@student.untan.ac.idRustam Rustamf1041201052@student.untan.ac.idAhmad Yani Tf1041201052@student.untan.ac.idHamdani Hamdanif1041201052@student.untan.ac.id<p>Hasil evaluasi PISA secara konsisten menunjukkan rendahnya skor literasi matematis siswa Indonesia, yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemberian soal literasi dalam pembelajaran di sekolah. Akibatnya, siswa masih kesulitan ketika dihadapkan pada soal geometri kontekstual. Fokus utama penelitian ini untuk memberikan gambaran bentuk-bentuk kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal model PISA pada konten ruang dan bentuk serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas XII IPA di SMA Taman Mulia Sungai Raya yang memiliki nilai sangat rendah. Peneliti menentukan subjek berdasarkan hasil tes siswa yang menunjukkan nilai terendah serta jawaban dengan banyak kesalahan. Data dikumpulkan melalui dua instrumen yang diterapkan yaitu soal tes tertulis dan pedoman wawancara. Soal yang disajikan kepada subjek merupakan soal Model PISA level 3 dan level 4, level ini dipilih karena dianggap masih dapat dijangkau oleh siswa dengan kemampuan kognitif menengah ke bawah di sekolah berakreditasi B. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan kesulitan yang siswa alami meliputi empat aspek yaitu: pemahaman soal, transformasi, proses matematis, serta kesimpulan. Faktor penyebab kesulitan ini termasuk kurangnya pemahaman konsep geometri, kesalahan dalam menentukan langkah penyelesaian, ketidakmampuan mengingat rumus yang relevan, serta ketidakmampuan siswa dalam menulis kesimpulan yang tepat.</p>2026-02-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4760Systematic Literature Review: Geogebra Pada Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika2026-02-07T23:38:50+07:00Gharitza Zahira Shofagharitza_1309825007@mhs.unj.ac.idWardani Rahayugharitza_1309825007@mhs.unj.ac.id<p>Pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, seperti pemecahan masalah, berpikir kreatif, dan minat belajar, masih menjadi tantangan utama dalam pembelajaran matematika. Model Creative Problem Solving (CPS) dan penggunaan GeoGebra sebagai perangkat lunak matematika dinamis telah banyak diteliti secara terpisah, namun kajian yang mengintegrasikan keduanya secara sistematis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis karakteristik serta dampak integrasi GeoGebra dalam model CPS pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Artikel diperoleh melalui pencarian pada basis data Google Scholar dan diseleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Sebanyak 10 artikel jurnal nasional terbitan tahun 2018–2025 dipilih sebagai sumber data. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi GeoGebra dalam CPS dominan diterapkan pada jenjang pendidikan menengah dengan fokus utama pada materi geometri dan fungsi. GeoGebra dimanfaatkan sebagai media visualisasi dan eksplorasi interaktif yang mendukung tahap klarifikasi masalah, pengungkapan ide, evaluasi, dan implementasi dalam CPS. Dari sisi dampak pembelajaran, CPS berbantuan GeoGebra secara konsisten meningkatkan kemampuan kognitif siswa, meliputi pemecahan masalah, berpikir kreatif, generalisasi, berpikir kritis, komunikasi matematis, dan pemahaman konsep. Dampak terhadap kemampuan afektif, seperti minat belajar, aktivitas belajar, dan daya juang siswa, juga teridentifikasi meskipun masih terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi GeoGebra dalam CPS berpotensi kuat untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya pada materi non-visual dan jenjang sekolah dasar.</p>2026-02-07T23:38:50+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4696Analisis Komparatif Hasil Belajar Pembelajaran Luring dan Blended Learning pada Mata Kuliah Matriks dan Ruang Vektor di Teknik Informatika2026-02-07T23:49:28+07:00Wiga Arianiwigaariani@unkris.ac.idNur Hikmahnurhikmah@unkris.ac.idImam Muttaqinimam.muttaqin@unkris.ac.idMutoharoh Mutoharohmutoharohhanafi@gmail.comDelpima Suhitasdelpima@gmail.comAsep Mulyanawigaariani@unkris.ac.id<p>Pendidikan tinggi masih mempertahankan model <em>blended learning </em>setelah berakhirnya pandemi Covid-19 pada tahun 2023. Namun, efektivitas model pembelajaran ini perlu dievaluasi kembali. Para dosen melaporkan bahwa mata kuliah bersifat abstrak dan membutuhkan pemahaman mendalam, seperti matematika; kemampuan matematika mahasiswa tahun pertama masih mengkhawatirkan. Khususnya dalam menguasai konsep dasar matematika. Jika kondisi ini meluas, maka muncul pertanyaan apakah pembelajaran daring atau blended masih menjadi pilihan terbaik pascapandemi. Tujuan penelitian adalah membandingkan hasil belajar luring dan <em>blended learning</em><strong>. </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari nilai tes akhir pembelajaran dan dianalisis menggunakan uji t dua sampel independen, dengan hipotesis H<sub>0</sub>: tidak terdapat perbedaan dan H<sub>1</sub>: terdapat perbedaan<em>. </em>Data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,083 untuk kelas luring dan 0,092 untuk kelas blended dan memiliki varians yang homogen dengan signifikansi sebesar 0,184. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.015 (sig < 0,05), sehingga H<sub>0</sub> ditolak. Statistika deskriptif menunjukkan nilai rata-rata kelas luring 7.87 lebih tinggi dibandingkan kelas <em>blended </em>sebesar 6.25. Kelas luring juga memiliki nilai minimum lebih tinggi serta simpangan baku yang lebih kecil (SD = 1.187) dibandingkan kelas blended (SD = 2.006), yang menunjukkan bahwa capaian hasil belajar mahasiswa pada kelas tatap muka lebih konsisten. Temuan ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar antara pembelajaran luring dan blended learning, di mana pembelajaran luring menghasilkan capaian hasil belajar yang lebih baik.</p>2026-02-07T23:49:28+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4661Implementasi Pembelajaran Mendalam Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Berbantuan Wordwall Pada Siswa Kelas VII SMP Quba Kota Sorong2026-02-12T09:57:10+07:00Nova Yulianinovayuliani018@gmail.comLismawati Rumaleanlismawatirumalean@gmail.comAnna Levina Yarisetouwannalevinayarisetouw661@gmail.comQonitah Az-zahrahqonitahzahrah11@gmail.comNika Fetria Trisnawatinfetristrisnawati@gmail.comRahmatullah Bin Arsyadnfetristrinawati@email.comSundari Sundarinfetristrinawati@email.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas VII SMP Quba Kota Sorong terhadap materi operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) berbantuan media Wordwall serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain one-group<em> pre-test and post-test</em>. Sebanyak 19 siswa diberikan tes pemahaman konsep sebelum dan sesudah perlakuan, disertai penerapan pembelajaran mendalam selama tiga pertemuan dengan integrasi media Wordwall yang interaktif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, ditandai dengan ketuntasan belajar yang semula 0% pada pre-test menjadi 84% pada post-test, serta nilai N-Gain sebesar 0,807 yang berada pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran mendalam berbantuan Wordwall efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi interaktif sebagai pendukung pembelajaran bermakna dalam mata pelajaran matematika.</p>2026-02-08T00:07:04+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4818Pengaruh Penggunaan Geogebra Terhadap Kemampuan Berfikir Spasial siswa pada materi translasi Kelas IX SMPN 1 Kotabumi2026-02-08T00:16:52+07:00Resika Natania Windariresikanatania0@gmail.comRatih Handayaniratih.handayani@umko.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap kemampuan berpikir spasial siswa kelas IX SMPN1 Kotabumi pada materi translasi. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan visualisasi siswa, di mana hasil observasi awal menunjukkan hanya 30% siswa yag mampu menentukan koordinat trasnlasi dengan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (nonequivalent control group design). Sampel penelitian ini terdiri dari 50 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen 25 siswa denganbantuan GeoGebra dan kelas kontrol 25 siswaa melalui pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes esai yang mencakup lima indikator kemampuan spasial. Setelah data terkonfirmasi berdistribusi normal dan homogen, analisis hipotesis dilakukan menggunakan uji t-independen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada capaian belajar kedua kelompok, di mana rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen (0,246) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,152). Temuan ini memperkuat penolakan hipotesis nol ) dan menegaskan bahwa integrasi GeoGebra memberikan dampak positif yang nyata. Sifat visual perangkat lunak yang dinamis mampu menjembatani hubungan antara aturan simbolik dan representasi visual secara konkret. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa GeoGebra merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berpikir spasial siswa dalam pendidikan matematika.</p>2026-02-08T00:16:52+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/3865Pemikiran Eudoxus dan Perannya dalam Ilmu Matematika2026-02-20T13:27:33+07:00Hanif Mutia Pratiwihanifmutiapratiwi@gmail.comYuliyanti Harismanyulianti_h@unp.fmipa.ac.id<p>Sejak zaman Yunani Kuno, para filsuf dan matematikawan telah berupaya memahami dunia melalui lensa matematika. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam perkembangan awal ilmu matematika adalah Eudoxus dari Cnidus. Namun, kajian mendalam mengenai kontribusi Eudoxus masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi signifikan Eudoxus dari Cnidus terhadap perkembangan ilmu matematika pada zaman Yunani Kuno. Penelitian ini mengadopsi jenis penelitian kualitatif dengan metode literatur review. Penelitian ini mengulas berbagai sumber literatur yang relevan untuk memahami secara mendalam pemikiran-pemikiran inovatif Eudoxus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa studi literatur manuskrip. Melalui analisis data isi mendalam terhadap karya-karya yang membahas Eudoxus dan interpretasi para ahli, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi pengaruh mendasar pemikiran Eudoxus terhadap matematika klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Eudoxus memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu matematika terutama pada teori proporsi, metode pengukuran volume dan luas, serta astronomi dan geometri.</p>2026-02-20T13:27:33+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4778Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berbantuan Alat Peraga Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP2026-02-21T12:22:31+07:00Fajira Adilafajiradilaa@gmail.comYani Setianifajiradilaa@gmail.comRia Sudianafajiradilaa@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga papan Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV), sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga yang sama. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis yang diberikan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05).</p>2026-02-21T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4812Identifikasi Miskonsepsi Matematika pada Konten Viral Math Challenge di Aplikasi TikTok2026-02-21T13:09:05+07:00Putri Melinda Rahmawatiputrimelinda230303@gmail.com<p>Maraknya konten <em>math challenge</em> di TikTok menyajikan persoalan matematika sederhana yang memicu respons cepat namun rentan terhadap kekeliruan konsep secara kolektif di kalangan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi matematika yang muncul pada konten viral<em> math challenge</em> di TikTok pada materi operasi hitung pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa video TikTok yang memuat materi operasi pecahan dengan jumlah penayangan minimal 10.000 kali, <em>like</em> 1.000, dan komentar 100. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan dokumentasi dengan penelusuran menggunakan tagar #MathChallenge dan #TanyaJawabMatematika, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dominan meliputi miskonsepsi aditif dan subtraktif pada penjumlahan dan pengurangan pecahan, di mana pembilang dan penyebut dioperasikan secara terpisah sebagai bilangan bulat. Miskonsepsi prosedural pada perkalian pecahan, yang ditandai dengan penerapan aturan secara parsial pada bagian penyebut saja, serta miskonsepsi konseptual dan linguistik pada pembagian pecahan, yang bersumber dari kesalahan menerjemahkan bahasa verbal ke dalam simbol matematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi publik di media sosial dapat memperkuat normalisasi kesalahan konsep, sehingga diperlukan penjelasan berbasis teorema dan peningkatan literasi konseptual dalam produksi konten edukasi digital untuk memitigasi distorsi matematika.</p>2026-02-21T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4705Exploratory Survey of Teachers’ and Students’ Perceptions of Etnomatematics in Traditional Games2026-02-21T13:15:43+07:00Julius Martunas Sihitesihite251@gmail.comNeli Permatasarinelipermatasari34@gmail.comYudha Ningsihyudhaningsih002@gmail.comHilda Mardiyanahilda.mardiyana@gmail.comHuri Suhendrihurisuhendri1981@gmail.comArfatin Nurrahmaharfatinnurrahmah@gmail.com<p>Ethnomathematics has emerged as one such strategy, offering an approach that connects mathematical concepts with cultural practices, traditions, and local wisdom. This study investigates teachers’ and students’ perceptions of using the traditional games engklek and congklak in mathematics learning at MTsN 2 Kota Tangerang. The research employed a qualitative exploratory survey involving five mathematics teachers and sixty students selected through purposive sampling. Data were collected using open-ended questionnaires, semi-structured interviews, classroom observations, and documentation, and analyzed through thematic analysis. The results show that both teachers and students perceive traditional games as effective tools for supporting mathematical understanding. Engklek helps students visualize geometric concepts such as lines, angles, and shapes, while congklak strengthens number sense, arithmetic operations, and strategic thinking. Students reported higher motivation, enjoyment, and clarity during game-based learning activities. Teachers also noted that traditional games make abstract concepts easier to understand and more connected to students’ cultural experiences. Despite these benefits, challenges were identified, including limited structured teaching materials and the need for teacher training. Overall, the integration of ethnomathematics through traditional games aligns with the goals of the Merdeka Curriculum and offers a practical approach to making mathematics more engaging and culturally relevant.</p>2026-02-21T13:15:42+07:00##submission.copyrightStatement##