https://j-cup.org/index.php/cendekia/issue/feedJurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika2026-10-13T17:41:26+07:00Zulfahzulfahasni670@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data" width="100%" bgcolor="#d4ded1"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"> Journal title</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index">Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika</a><strong><br></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Initials</td> <td width="80%">: <a title="Official Website Jurnal Pendidikan Tambusai" href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index" target="_blank" rel="noopener">JC</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Frequency</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/about">3 issues per year (March, July, and November)</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> DOI</td> <td width="80%">: prefix 10.31004</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Print ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1511750839">2614-3038</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Online ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1489632272">2579-9258</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Editor-in-chief</td> <td width="80%">: <a title="Google Scholar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=xIInaz4AAAAJ&hl=en">Zulfah, M.Pd.</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Managing Editor</td> <td width="80%">: Aan Putra, M.Pd</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Publisher</td> <td width="80%">: <a title="Website Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai" href="http://universitaspahlawan.ac.id/id/">Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Citation Analysis</td> <td width="80%">: <a title="Go to Google Scolar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=oVZB2BcAAAAJ&hl=en&authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scolar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <hr> <div> <p> Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published three times a year. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.</p> </div> <div id="journalDescription"> <table style="margin-top: 10px;" border="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"> <div style="background-color: #f5f5f5; border: 1px dotted SeaGreen; padding-bottom: 6px; padding: 15px; display: inline-block;"> <ul> <ul> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1511750839&1&&2017">2614-3038</a></em></strong> (print)</li> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1489632272&1&&" target="_blank" rel="noopener">2579-9258</a></em></strong> (online)</li> </ul> </ul> <img src="/public/site/images/zulfahasni/0001.jpg" width="275" height="194"></div> </td> </tr> </tbody> </table> </div>https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4917Gaya Belajar dan Hasil Belajar Mahasiswa: Studi pada Mata Kuliah Geometri Transformasi2026-08-28T10:43:37+07:00Rika Handayanirikahandayani@unimor.ac.idLailin Hijrianielinhijriani@unimor.ac.idMaria Naimnulemarianaimnule@unimor.ac.idRisna Mira Bella Saragihrisnamirabellasaragih@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali peran gaya belajar dalam pendidikan tinggi melalui analisis hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar matematika mahasiswa calon guru, mengingat temuan sebelumnya masih belum konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 63 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Timor yang memprogramkan mata kuliah Geometri Transformasi pada tahun akademik 2023/2024. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar yang diadaptasi dari instrumen yang telah teruji dan disebarkan menggunakan Google Form, serta tes hasil belajar matematika. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji ANOVA, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar auditori (65,08%). Rata-rata hasil belajar mahasiswa sebesar 71,51. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa (F = 11,919; p < 0,05). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dan hasil belajar mahasiswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,404 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pembelajaran dosen dan budaya belajar mahasiswa memengaruhi dominasi gaya belajar. Oleh karena itu, dosen perlu merancang pembelajaran yang variatif dan adaptif untuk meningkatkan hasil belajar matematika.</p>2026-08-28T09:56:46+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5123Implementasi Pendekatan Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) pada Pelajaran Matematika Topik Bilangan untuk Kelas 1 Sekolah Dasar2026-08-28T10:47:40+07:00Ni Kadek Esmeralda Esha Wijayani.wijaya@sdh.or.idGanda Sariganda.sari@uph.edu<p>Pembelajaran matematika pada siswa kelas awal sekolah dasar perlu disesuaikan dengan karakteristik perkembangan kognitif anak yang masih berada pada tahap operasional konkret. Pendekatan Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) merupakan salah satu pendekatan yang memfasilitasi siswa membangun pemahaman konsep melalui tahapan pengalaman konkret, representasi visual, dan simbol matematika. Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas CPA terhadap hasil belajar matematika, kajian yang mendeskripsikan implementasi CPA secara komprehensif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa kelas I SD masih terbatas. Penelitian ini bertujuan memaparkan implementasi pendekatan CPA dalam pembelajaran bilangan pada siswa kelas I SD yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 di salah satu sekolah swasta di Jakarta dengan melibatkan 18 siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumen terhadap delapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dokumentasi pembelajaran, serta hasil asesmen formatif dan sumatif. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CPA telah diterapkan secara konsisten pada tahap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. RPP disusun secara sistematis mengikuti tahapan concrete, pictorial, dan abstract dengan urutan konsep matematika dari number sense, relationships, hingga operations. Pada pelaksanaan pembelajaran, tahap konkret meningkatkan keterlibatan siswa, tahap pictorial membantu membangun representasi visual, sedangkan tahap abstract mengembangkan kemampuan menggunakan simbol matematika. Nilai rata-rata kelas pada asesmen formatif dan sumatif berada di atas kriteria ketuntasan, meskipun transisi dari tahap pictorial menuju abstract masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Dengan demikian, pendekatan CPA mendukung pembelajaran matematika yang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa kelas awal dan memberikan implikasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran bilangan secara bertahap, bermakna, dan berpusat pada perkembangan siswa.</p>2026-08-28T10:47:40+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5365Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website Google Sites Berbantuan Game Wordwall Berorientasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP2026-08-31T10:32:04+07:00Sovia Nur Afifah Ismasovianurafifahisma26@gmail.comRizky Wahyu Yunian Putrarizkiwahyuyp@radenintan.ac.idNovian Riskiana Dewinovianriskiana@radenintan.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis website Google Sites berbantuan game Wordwall pada materi lingkaran kelas VIII SMP yang memenuhi kriteria layak, menarik, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket respons siswa, dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan media, sedangkan keefektifan media dianalisis menggunakan persentase ketuntasan klasikal dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis website Google Sites berbantuan game Wordwall memperoleh kategori sangat layak berdasarkan hasil validasi para validator dan sangat menarik berdasarkan hasil angket respons siswa pada tahap uji coba. Selain itu, media yang dikembangkan dinyatakan efektif karena persentase ketuntasan klasikal mencapai 80% dan nilai effect size sebesar 1,27 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dapat mendukung pemahaman konsep matematis siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis website Google Sites berbantuan game Wordwall layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika pada materi lingkaran kelas VIII SMP.</p>2026-08-31T10:32:04+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5366Berpikir Kombinatorik Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika2026-08-31T10:38:50+07:00Balqisway Alimabalqiswayalima@gmail.comAli Shodikinbalqiswayalima@email.com<p>Berpikir kombinatorik adalah suatu proses yang terdiri dari menyusun rumus, melakukan perhitungan, dan membuat kesimpulan untuk menyelesaikan masalah kombinatorik sesuai dengan tahapan berpikir kombinatorik. Berpikir kombinatorik setiap siswa berbeda, salah satunya karena perbedaan kemampuan awal matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan berpikir kombinatorik siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari kemampuan awal matematika. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini tiga siswa kelas XII dari hasil Tes Kemampuan Awal Matematika (TKAM). Data penelitian ini yaitu hasil TKAM, tugas masalah kombinatorik, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi telah mencapai berpikir kombinatorik pada tahap mengidentifikasi masalah, memeriksa kembali apakah semua kemungkinan telah diperhitungkan, dan menuliskan masalah secara sistematis. Siswa dengan kemampuan awal matematika sedang telah mencapai berpikir kombinatorik pada tahap memeriksa kembali apakah semua kemungkinan telah diperhitungkan dan menuliskan masalah secara sistematis. Sedangkan siswa dengan kemampuan awal matematika rendah tidak dapat berpikir kombinatorik karena tidak ada satupun tahapan yang tercapai. Dari ketiga subjek penelitian, belum ada yang berhasil mencapai tahap mengubah masalah menjadi masalah kombinatorik lain. Kesimpulan penelitian ini yaitu kemampuan awal matematika sebanding dengan kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.</p>2026-08-31T10:38:50+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5400Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Geometri Dalam Materi Bangun Datar Siswa Kelas IV MI NW Putra Rinjani2026-08-31T15:37:13+07:00Ismayanti Ismayantiyantiisma239@gmail.comBq Indana Zulfayantiisma239@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan pemahaman konsep geometri siswa pada materi bangun datar, khususya dalam mengenali bentuk, memahami sifat-sifat bangun datar, serta menghubungkan konsep geometri dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman konsep yang kurang optimal dapat menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika yang berkaitan dengan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kemampuan pemahaman konsep geometri siswa kelas IV MI NW Putra Rinjani pada materi bangun datar berdasarkan teori van hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskritif. Subjek penelitian terdiri dari 13 siswa dan 1 guru MI NW Putra Rinjani. Penelitian ini dilaksanakan di MI NW Putra Rinjani Desa Suntalangu Kec. Suela Lombok Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar soal tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, dan penyajian data. maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep geometri siswa berada pada tingkat yang berbeda-beda sesuai dengan level berpikir geometri menurut teori Van Hiele. Sebagian besar siswa telah mampu mengenali berbagai bentuk bangun datar, menyebutkan nama bangun datar, serta menjelaskan sebagian sifat-sifat bangun datar yang dipelajari. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam menjelaskan hubungan antarbangun datar dan memberikan alasan yang logis berdasarkan sifat-sifat bangun datar tersebut.</p>2026-08-31T15:37:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5046Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Melibatkan Multiple Intelligence pada Siswa2026-09-03T15:50:19+07:00Wanda Mustika Shafirawandamustikashafira@gmail.comTina Sri Sumartinitinasrisumartini@institutpendidikan.ac.id<p>Rendahnya kemampuan literasi matematika masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian siswa belum mampu memahami, memodelkan, dan menyelesaikan permasalahan matematika yang berkaitan dengan situasi nyata. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kemampuan tersebut adalah perbedaan kecerdasan yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa berdasarkan kecerdasan dominan menurut teori Multiple Intelligences Howard Gardner. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 17 siswa kelas XI Boarding School SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Data diperoleh melalui angket Multiple Intelligence, tes literasi matematika pada materi aljabar, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan yang dominan pada subjek penelitian adalah interpersonal, eksistensialis, dan naturalis. Analisis data memperlihatkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa pada ketiga kelompok kecerdasan tersebut masih berada pada kategori yang belum optimal. Kesulitan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan kemampuan mengidentifikasi informasi penting, membentuk model matematika dari masalah kontekstual, dan mengomunikasikan langkah penyelesaian secara sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik kecerdasan dominan berpengaruh terhadap cara siswa memahami dan menyelesaikan masalah matematika. Oleh sebab itu, pembelajaran perlu dirancang dengan mempertimbangkan keberagaman kecerdasan siswa untuk mendukung pengembangan literasi matematika secara lebih efektif.</p>2026-09-03T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5016Systematic Literature Review: Efektivitas Model Flipped Classroom dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning pada Pembelajaran Matematika2026-09-10T23:34:50+07:00Indah Yuni Nuraeni2225230003@untirta.ac.idHepsi Nindiasarihepsinindiasari@untirta.ac.idMaman Fathurrohmanmamanf@untirta.ac.id<p>Model flipped classroom telah banyak diterapkan dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan self-regulated learning (SRL) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model flipped classroom dalam meningkatkan SRL siswa pada pembelajaran matematika melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sumber data meliputi Google Scholar, Garuda, SINTA peringkat 1–4, ERIC (Education Resources Information Center), Scopus, dan Semantic Scholar dengan rentang tahun 2020–2024. Dari 187 artikel teridentifikasi, sebanyak 15 artikel dipilih sebagai sampel final setelah skrining judul, abstrak, dan teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Subjek penelitian mencakup siswa SMP, SMA, dan mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model flipped classroom secara signifikan meningkatkan SRL siswa dalam aspek perencanaan, pemantauan diri, evaluasi diri, motivasi belajar, dan pengelolaan waktu. Peningkatan ini konsisten di berbagai jenjang pendidikan dan konteks pembelajaran matematika yang beragam.</p>2026-09-10T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4773Penerapan Penerapan Model FPBL Terhadap Kemampuan Dasar Mengajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Microteaching2026-09-10T23:45:50+07:00T. Tutut Widiastuti Awidiastuti@uinsgd.ac.idRiva Lesta Arianywidiastuti@uinsgd.ac.idIda Nuraidawidiastuti@uinsgd.ac.idRifki Fadilahwidiastuti@uinsgd.ac.id<p>Kemampuan dasar mengajar merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru untuk melaksanakan pembelajaran secara profesional. Namun, pembelajaran microteaching yang masih didominasi pendekatan konvensional belum mampu mengembangkan kompetensi tersebut secara optimal. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah model Flipped Project-Based Learning (FPBL) yang mengintegrasikan pembelajaran mandiri berbasis digital dengan penyelesaian proyek secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model FPBL dalam meningkatkan kemampuan dasar mengajar mahasiswa pada mata kuliah microteaching. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan <em>Nonequivalent Pretest–Posttest Control Group Design</em>. Populasi dari penelitian ini yaitu semua mahasiswa semester 6 Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berjumlah 12 kelas <em>microteaching</em>. Sedangkan jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah 39 mahasiswa yang berasal dari tiga kelas dengan kelas yang memiliki keterampilan mengajar relatif sama dan masing-masing kelas berjumlah 13 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui tes praktik kemampuan dasar mengajar sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model FPBL berpengaruh signifikan dan dapat meningkatkan kemampuan dasar mengajar mahasiswa dibandingkan model pembelajaran lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa FPBL dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif pada mata kuliah microteaching untuk meningkatkan kompetensi mengajar calon guru melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.</p>2026-09-10T23:45:50+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5134Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Learning dengan Pendekatan Deep Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Rasio Kelas VII SMP2026-09-12T10:31:56+07:00Intan Sakinahf1041221003@student.untan.ac.idZubaidah Zubaidahf1041221003@student.untan.ac.idAgus Winarjif1041221003@student.untan.ac.idAde Mirzaf1041221003@student.untan.ac.idNurfadilah Siregarf1041221003@student.untan.ac.id<p>Berpikir kritis termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi yang idealnya terus diasah melalui pembelajaran matematika. Kenyataannya, kemampuan tersebut pada materi rasio masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mendorong siswa aktif menyusun pengetahuannya sendiri secara bermakna. Riset ini dilakukan untuk melihat sejauh mana model <em>Inquiry Learning</em> yang dipadukan dengan pendekatan <em>Deep Learning</em> memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP pada materi rasio. Desain yang dipakai adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan nonequivalent control group design. Melalui teknik cluster random sampling, ditetapkan kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII B sebagai kelompok kontrol, masing-masing beranggotakan 32 siswa. Hasilnya, rata-rata skor post-test kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen mencapai 30,16, dengan nilai effect size 1,04 yang berada pada kategori besar menunjukkan bahwa penerapan <em>Inquiry Learning</em> dengan pendekatan <em>Deep Learning</em> memberi dampak kuat terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran yang memadukan proses inkuiri dengan pembelajaran bermakna, sadar, dan mendalam dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi rasio. Dengan kata lain, model <em>Inquiry Learning</em> dengan pendekatan <em>Deep Learning</em> terbukti berpengaruh besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP.</p>2026-09-12T10:31:56+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5385Systematic Literature Review: Efektivitas Model Pembelajaran SAVI dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar2026-09-15T10:54:04+07:00Fatih Trimutiafatihtrimutiaa@gmail.comAbdul Azizabdulaziz@unimus.ac.idEko Andy Purnomoabdulaziz@unimus.ac.id<p>Capaian numerasi siswa Indonesia dalam PISA 2022 mencerminkan problem mendasar pada pembelajaran sekolah dasar yang masih terkait pola konvensional. Sebagai solusi pembaharu, diterapkanlah model SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) yang hadir bagai pendekatan inovatif yang memadukan gerak fisik, stimulasi auditori, pengolahan informasi secara visual, serta aktivitas intelektual guna mendorong keterlibatan peserta didik secara lebih aktif dalam pembelajaran. Kajian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana model SAVI memengaruhi capaian belajar matematika peserta didik SD dengan mempergunakan metode<em>Systematic Literature Review (SLR)</em> yang berlandaskan tahapan <em>PRISMA</em>. Penelusuran sumber artikel bersumber dari <em>Google Scholar</em> mempergunakan bantuan aplikasi <em>Publish or Perish</em>, dengan batas publikasi yang ditetapkan pada kurun 2021–2025. Sebanyak 26 publikasi yang berhasil dihimpun kemudian melalui tahapan penyaringan berdasarkan kriteria kelayakan, menyisakan 10 naskah yang memenuhi syarat untuk ditelaah mendalam; hasil sintesis memperlihatkan bahwasannya sembilan penelitian melaporkan pengaruh positif model SAVI terhadap peningkatan hasil belajar matematika, sementara satu penelitian lainnya menyatakan hasil yang tidak signifikan. Pembahasan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas model. Kesimpulannya, model SAVI efektif meningkatkan hasil belajar matematika, meskipun keberhasilannya bersifat kondisional. Temuan ini dapat menjadi acuan pengembangan pembelajaran matematika di SD.</p>2026-09-15T10:54:04+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5383Penalaran Analogi Siswa SMA dalam Mengonstruksi Konsep Invers Matriks 2×2: Apakah Pemahaman Kesamaan Struktur Menjamin Keberhasilan Konstruksi Konsep?2026-09-15T11:14:44+07:00Candra Sancokocandrasancoko.22028@mhs.unesa.ac.idAbdul Haris Rosyidicandrasancoko.22028@mhs.unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa SMA yang berhasil dan yang gagal dalam mengonstruksi konsep invers matriks 2×2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa SMA yang dipilih berdasarkan hasil tes prasyarat dan Tugas Penalaran Analogi (TPA), yaitu dua siswa yang berhasil dan dua siswa yang gagal mengonstruksi konsep invers matriks. Data dikumpulkan melalui TPA, di mana siswa menggunakan pengetahuannya tentang invers perkalian bilangan real (soal sumber) untuk mengonstruksi konsep invers matriks 2×2 (soal target), dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan tahapan Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, triangulasi sumber, dan penarikan kesimpulan), berpedoman pada delapan indikator penalaran analogi kerangka Analogical Reasoning in Mathematics (ARM) Hicks (2024): <em>recalling, associating, distinguishing, exporting, importing, adapting, extending, </em>dan<em> elaborating</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berhasil melalui seluruh tahapan, sedangkan siswa yang gagal hanya melakukan lima tahapan awal (<em>recalling, associating, distinguishing, exporting, importing</em>) namun mengalami hambatan pada tahap <em>adapting</em>, sehingga tahap <em>extending</em> dan <em>elaborating</em> tidak tercapai. Kegagalan tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan mengingat pengetahuan awal atau mengenali kesamaan struktur, melainkan oleh kesulitan mengubah struktur relasional yang telah dipetakan menjadi prosedur matematis yang operasional, terutama dalam merepresentasikan bentuk umum matriks invers dan membentuk sistem persamaan linear yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa tahap <em>adapting</em> merupakan titik kritis yang membedakan keberhasilan dan kegagalan siswa dalam mengonstruksi konsep invers matriks 2×2 melalui penalaran analogi.</p>2026-09-15T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5380Berpikir Matematis Siswa SMA Dalam Menyelesaikan Masalah Sosio-Ekologis Ditinjau dari Self-Efficacy2026-09-15T11:19:25+07:00Iqbal Farrel Bramastaiqbalfarrel82@gmail.comAli Shodikiniqbalfarrel82@gmail.com<p>Perkembangan paradigma matematika menekankan pentingnya berpikir matematis siswa dalam menghadapi kompleksitas persoalan kehidupan nyata, salah satunya masalah sosio-ekologis. Namun, kajian yang memadukan berpikir matematis, konteks sosio-ekologis, dan self-efficacy melalui pendekatan kualitatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana berpikir matematis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah berbasis isu sosio-ekologis ditinjau dari tingkat self-efficacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas XI SMA Negeri 14 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi ke dalam tiga kelompok tingkat self-efficacy (tinggi, sedang, dan rendah), masing-masing sebanyak 2 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket self-efficacy, tes berpikir matematis sosio-ekologis, dan wawancara berbasis tugas. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy berbanding lurus dengan kualitas dan ketahanan berpikir matematis siswa pada tahapan entry, attack, dan review. Siswa dengan self-efficacy tinggi mampu bernalar secara mandiri, fleksibel, serta reflektif saat menghadapi ketidakpastian data lingkungan. Sebaliknya, siswa dengan self-efficacy sedang dan rendah cenderung mengalami hambatan kognitif, bergantung pada interaksi sosial, serta kurang melakukan verifikasi solusi terhadap konteks sosio-ekologis. Self-efficacy terbukti berfungsi sebagai regulator afektif yang menentukan sejauh mana siswa dapat menghubungkan model matematis dengan solusi persoalan lingkungan yang nyata.</p>2026-09-15T11:19:25+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5436Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Menurut Teori Krulik Dan Rudnick Ditinjau dari Self-Esteem Siswa2026-09-15T11:27:44+07:00Siti Fadillafadilla.tsm2019@gmail.comNani Ratnaningsihnaniratnaningsih@unsil.ac.idMega Nur Prabawatimeganurprabawati@unsil.ac.id<p>Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya aspek afektif berupa <em>self-esteem. </em>Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick ditinjau dari <em>self-esteem </em>siswa yaitu <em>self-esteem </em>tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran angket <em>self-esteem, </em>pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematika, serta wawancara. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas lima siswa kelas VIII-A SMPN 1 Sukahening. Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan <em>self-esteem </em>tinggi mampu dalam seluruh tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, siswa dengan <em>self-esteem </em>sedang mampu dalam empat tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, tetapi tidak mampu dalam tahap merefleksi dan mengembangkan. Sementara itu siswa dengan <em>self-esteem </em>rendah hanya mampu pada satu tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick yaitu membaca dan berpikir serta mengalami kesulitan dalam melanjutkan penyelesaian pada tahapan berikutnya. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika menunjukkan karakteristik yang berbeda pada setiap tingkat <em>self-esteem.</em> Oleh karena itu aspek afektif, khususnya <em>self-esteem </em>perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika.</p>2026-09-15T11:27:44+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5438Analisis Literasi Numerasi Siswa SMA dalam Pembelajaran Matematika Kontekstual pada Digital Finance dengan Gaya Belajar Visual2026-09-15T20:36:22+07:00Dewi Badriyah Attamamatuz Zahrohdbattamamatuzzahroh@gmail.comLuluk Faridahdbattamamatuzzahroh@gmail.comKhafidhoh Nurul Ainidbattamamatuzzahroh@gmail.com<p>Literasi numerasi merupakan kemampuan penting bagi siswa untuk menggunakan informasi kuantitatif dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Perkembangan transaksi digital melalui <em>e-wallet</em> dan QRIS menghadirkan konteks autentik yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika kontekstual sekaligus menuntut kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah informasi numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis <em>digital finance</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas XI.2 MA Matholi'ul Anwar Simo, Kabupaten Lamongan, yang teridentifikasi memiliki gaya belajar visual berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru matematika. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar, tes literasi numerasi yang terdiri atas dua soal kontekstual berbasis <em>e-wallet</em> dan QRIS, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu memenuhi seluruh indikator literasi numerasi berdasarkan OECD, yaitu <em>formulating, employing, reasoning,</em> dan <em>interpreting</em>. Kedua subjek mampu mengidentifikasi informasi yang relevan, menerapkan konsep matematika yang sesuai, memberikan alasan logis terhadap strategi penyelesaian, serta menginterpretasikan hasil perhitungan berdasarkan konteks transaksi <em>digital finance</em>. Dengan demikian, siswa bergaya belajar visual menunjukkan kemampuan literasi numerasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis <em>digital finance</em>. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai kemampuan literasi numerasi siswa bergaya belajar visual yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pembelajaran matematika kontekstual.</p>2026-09-15T20:36:22+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5441Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Persamaan Linear Satu Variabel melalui Pembelajaran RME pada Siswa Kelas Viii Mts Al – Islamiyah2026-09-15T21:34:17+07:00Rice Permatasaririchepermatasari08@gmail.comMoch. Fauzidosenfauzi@gmail.comIdam DjunaediIdham4n@gmail.com<p>The research from this research was to characterize pupil’s challenges with One-Variable Linear Equation (OVLE) problems using the Realistic Mathematics Education (RME) method with eighth-grade pupils at MTs Al-Islamiyah Kedungrejo. A qualitative descriptive research design was used in the investigation. study idea includes 3 pupils representing low, medium, and high levels of learning difficulties, selected from 17 students based on a written exam's findings. Tests, interviews, observations, and documentation were used to ensure the quality of information. Data reduction, data display, and conclusion drawing were all part of data analysis, and method triangulation was used to guarantee data quality. This results revealed three main categories of learning difficulties: conceptual, procedural/algorithmic, and application difficulties. Students in the low-difficulty category mainly experienced procedural and application difficulties, particularly in division operations and explaining solution steps. Students in the medium category encountered difficulties in constructing mathematical models, determining appropriate procedures, and applying transposition operations. Meanwhile, students in the high-difficulty category experienced difficulties across all indicators due to insufficient understanding of the fundamental concepts of OVLE. The results show this conceptual understanding plays a crucial role in influencing students’ procedural competence and their capacity to use the RME method to tackle contextual mathematics problems.</p>2026-09-15T21:34:17+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5452Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended2026-09-16T20:41:54+07:00Bella Widyanadyanasasongko11@gmail.comFeri Tiona Pasaribuferi.tiona@unja.ac.idTria Gustiningsitriagustiningsi@unja.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal <em>open-ended</em> pada empat konten matematika, yaitu bilangan, aljabar, geometri, serta analisis data dan peluang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 30 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui tes yang terdiri atas empat soal kontekstual berbentuk <em>open-ended</em> dan dianalisis berdasarkan indikator <em>fluency, flexibility, originality,</em> dan <em>elaboration</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa secara keseluruhan berada pada kategori tidak kreatif dengan rata-rata persentase sebesar 18,54%. Indikator <em>fluency</em> memperoleh capaian tertinggi sebesar 40,42%, sedangkan <em>elaboration</em> memperoleh capaian terendah sebesar 3,75%. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan berbagai alternatif penyelesaian, mengemukakan gagasan yang berbeda, serta memberikan penjelasan yang logis dan rinci, terutama ketika menyelesaikan soal geometri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan strategi pembelajaran, asesmen, dan bahan ajar yang memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.</p>2026-09-16T20:41:53+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5461Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Bernuansa Etnomatematika Jembatan Ampera Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa2026-09-16T20:48:47+07:00Innaka Zakiinnakazaki.iz@gmail.comDesi Setiyadiinnakazaki.iz@email.comFitriana Siregarinnakazaki.iz@email.com<p>Keterampilan berpikir kritis perlu ditanamkan sejak tingkat sekolah dasar (SD), namun pengajaran matematika masih didominasi oleh pendekatan yang berfokus pada guru, sehingga siswa tidak terbiasa berpikir secara mandiri; di sisi lain, penerapan model inkuiri yang dipadukan dengan etnomatematika berbasis budaya lokal, seperti Jembatan Ampera, masih jarang diteliti. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak model inkuiri yang berbasis etnomatematika Jembatan Ampera pada kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Populasi studi terdiri dari semua SD di Desa Muara Telang, dengan sampel 56 siswa kelas V SDN 8 SMT menggunakan simple random sampling, yang terdiri dari 28 siswa kelompok eksperimen dan 28 siswa kelompok kontrol. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu Nonequivalent Control Group Design; data dikumpulkan dengan tes uraian berpikir kritis, yang selanjutnya dianalisis dengan N-Gain dan Independent Samples t-Test pasca melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menyatakan nilai signifikansi 0,004 (<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis yang signifikan di antara kedua kelompok, dengan rerata N-Gain kelas eksperimen (0,553) lebih besar daripada kelas kontrol (0,312). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan inkuiri dengan etnomatematika Jembatan Ampera memberikan kontribusi teoretis pada studi konstruktivisme - etnomatematika dan keuntungan praktis sebagai metode pembelajaran matematika kontekstual di tingkat sekolah dasar.</p>2026-09-16T20:48:47+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5479Geoar Math Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Bangun Datar2026-09-16T21:12:59+07:00Siti Sopiaturidaridarid861@gmail.comAnna Maria Oktavianiannamariaoktaviani222@gmail.comSastra Wijayasastrawijaya0306@gmail.com<p>Program Augmented Reality (AR) berbasis Android bernama GeoAR Math dikembangkan dan diuji oleh peneliti dari SDN Ciputat di Kota Serang untuk membantu siswa kelas dua mempelajari bentuk bangun datar (2D). Penelitian pengembangan (R&D) ini menggunakan model 4D dari Thiagarajan (meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate). Studi ini melibatkan seorang instruktur matematika, tiga orang ahli (bidang materi, media, dan bahasa), serta 30 siswa kelas dua. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, survei respons guru dan siswa, serta penilaian hasil belajar melalui pre-test dan post-test . Statistik persentase deskriptif, uji-t sampel berpasangan (paired-sample t-test), dan analisis N-Gain digunakan untuk mengevaluasi validitas serta efektivitas media tersebut. Para ahli memberikan skor validitas rata-rata sebesar 83,90% untuk GeoAR Math, yang mengonfirmasi validitas media tersebut. Skor rata-rata pre-test adalah 61,64 dan skor post-test adalah 84,70, menghasilkan skor N-Gain sebesar 0,60 yang tergolong dalam kategori sedang. Uji-t sampel berpasangan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada pengetahuan siswa setelah penggunaan media (p = 0,000; < 0,05). Siswa (93,83%) dan guru (91,07%) juga memberikan respons yang positif. Sebagai kesimpulan, aplikasi GeoAR Math berbasis Augmented Reality terbukti menjadi alternatif yang valid, bermanfaat, dan efektif untuk pembelajaran geometri di sekolah dasar.</p>2026-09-16T21:12:59+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4881Pengaruh Minat Belajar dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SMP Negeri 11 Manado2026-09-16T21:22:05+07:00Rianita Kakalangriakakalang819@gmail.comMurni Sulistyaningsihriakakalang819@gmail.comSantje M. Salajangriakakalang819@gmail.com<p>Riset ini bertujuan menginvestigasi kontribusi simultan maupun parsial dari variabel minat dan kebiasaan belajar terhadap capaian akademik matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Manado. Studi ini diinisiasi oleh adanya indikasi kecemasan matematis serta problem kedisiplinan belajar harian siswa. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, sampel dipilih secara representatif melalui formula Slovin hingga diperoleh 54 responden dari total populasi 118 pelajar. Data primer dihimpun lewat kuesioner terstruktur skala Likert yang telah dinyatakan valid serta reliabel, sedangkan data sekunder bersumber dari rekam nilai Ujian Tengah Semester (UTS). Pengujian hipotesis dilakukan via analisis regresi linear berganda setelah melampaui serangkaian uji asumsi klasik. Hasil uji statistik menunjukkan secara parsial bahwa ketertarikan belajar berpartisipasi dominan sebesar 98,8% (p = 0,000), dan ritme belajar harian menyumbang andil sebesar 87,8% (p = 0,000). Ketika diuji bersama, didapati keterkaitan yang sangat erat (R = 0,996) dengan determinasi gabungan mencapai 99,2% terhadap hasil belajar, sedangkan sisa 0,8% bersumber dari variabel luar sekolah. Riset ini menyimpulkan bahwa integrasi dimensi afektif dan behavioral merupakan determinan mutlak keberhasilan akademik matematika. Guru dan orang tua direkomendasikan bersinergi dalam menumbuhkan atmosfer belajar yang rekreatif sekaligus melatih keteraturan studi anak.</p>2026-09-16T21:22:05+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5310Pengaruh Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Matematika2026-09-17T09:58:16+07:00Adelia Syahrinaadeliasyahrina25@gmail.comSukriadi Sukriadisukriadi@fkip.unmul.ac.idMakmun Makmunmakmun@fkip.unmul.ac.idIksam Iksamiksam@fkip.unmul.ac.id<p>Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika di sekolah dasar. Namun, perbedaan kemampuan belajar siswa sering kali menyebabkan pembelajaran belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi penjumlahan pecahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 55 siswa kelas V SD Muhammadiyah 5 Samarinda yang terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 27 siswa pada kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji Mann–Whitney U karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,039 (<0,05). Hasil analisis effect size sebesar 0,28 menunjukkan bahwa pengaruh pendekatan TaRL berada pada kategori rendah. Disimpulkan bahwa pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan belajar, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika di sekolah dasar.</p>2026-09-17T09:58:16+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4876Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Materi Aljabar2026-09-17T10:09:57+07:00Elfrida Olo Mauelfridaolomau@gmail.comKristoforus Djawa Djongelfridaolomau@gmail.comAgapitus Hendrikus Kalugeelfridaolomau@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi aljabar berdasarkan prosedur Newman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPK Santa Maria Assumpta Kupang dengan subjek tiga siswa kelas VII-B yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes awal dengan mempertimbangkan variasi dan dominasi kesalahan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kesalahan membaca pada seluruh subjek. Kesalahan yang ditemukan meliputi kesalahan pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Kesalahan pemahaman terjadi karena siswa belum mampu memahami informasi dan hubungan antarbesaran dalam soal secara menyeluruh. Kesalahan transformasi ditunjukkan oleh ketidakmampuan siswa mengubah permasalahan verbal ke dalam model atau persamaan aljabar. Kesalahan keterampilan proses terjadi karena siswa melakukan prosedur dan operasi perhitungan yang tidak tepat serta tidak sistematis. Sementara itu, kesalahan penulisan jawaban akhir terjadi karena siswa tidak mengaitkan hasil perhitungan dengan konteks pertanyaan. Faktor penyebab kesalahan meliputi rendahnya pemahaman konsep aljabar, kesulitan menggunakan variabel dan menyusun persamaan, rendahnya kepercayaan diri, kebiasaan terburu-buru, kurangnya pemeriksaan ulang, serta faktor lingkungan belajar. Dengan demikian, kesalahan siswa saling berkaitan dan cenderung berlanjut dari tahap pemahaman hingga penulisan jawaban akhir, sehingga pembelajaran perlu menekankan pemahaman soal dan pemodelan matematika secara bertahap.</p>2026-09-17T10:09:57+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5433Analisis Proses Berpikir Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Ruang Berdasarkan Taksonomi Solo2026-09-23T15:09:30+07:00Irma Ayuwantiirmaayuwanti@gmail.comNina Ikhwati Wahidahirmaayuwanti@gmail.comAstri Setyawatiirmaayuwanti@gmail.com<p>Geometri ruang merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan matematika, namun banyak calon guru matematika masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep-konsep geometri ketika menyelesaikan masalah geometri ruang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri ruang berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lima soal uraian geometri ruang yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji coba sebelum digunakan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima mahasiswa (62,5%) berada pada level Multistructural dan tiga mahasiswa (37,5%) berada pada level Relational. Mahasiswa pada level Multistructural mampu menggunakan beberapa konsep, tetapi belum mampu menghubungkannya secara logis, sedangkan mahasiswa pada level Relational telah mampu mengintegrasikan berbagai konsep, namun belum dapat melakukan generalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses berpikir mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah geometri ruang masih didominasi oleh level Multistructural. Oleh karena itu, pembelajaran geometri ruang perlu dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa dalam menghubungkan dan mengintegrasikan berbagai konsep matematika sehingga mampu mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi sesuai dengan Taksonomi SOLO.</p>2026-09-23T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5508Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Zep Quiz Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pasaman2026-09-23T15:19:32+07:00Rini Anggrainira715005@gmail.comAnna CesariaAnnacesaria13@gmail.comRahmi Rahmirahmisajani@gmail.com<p>Penelitian ini memiliki maksud untuk memeriksa apakah hasil belajar matematika siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Zep Quiz lebih baik dibanding model konvensional di kelas XI SMAN 1 Pasaman. Studi ini merupakan penelitian eksperimen yaitu true experimental melalui desain posttest only control group design. Populasi penelitian yakni siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pasaman tahun ajaran 2026/2027 yang ada 318 siswa. Sampel penelitian terdiri atas kelas XI. F2 sebagai kelas eksperimen serta XI. F3 sebagai kelas kontrol yang ditetapkan melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui post-test berbentuk 3 soal essay. Hasil studi memperlihatkan bahwasanya mean hasil belajar kelas eksperimen sejumlah 79,274, sementara kelas kontrol sejumlah 64,689. Pengujian hipotesis mempergunakan uji-t satu pihak didapatkan sebesar 3,008 yang melebihi sebesar 1,667, dengan demikian tidak disetujui. Untuk itu, hasil belajar matematika siswa dengan mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan Zep Quiz lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan mengaplikasikan model pembelajaran konvensional pada kelas XI SMAN 1 Pasaman.</p>2026-09-23T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5236Analisis Konektivitas dan Optimasi Rute Perjalanan Mahasiswa UMKO: Integrasi Jarak, Aksebilitas, dan Biaya Transportasi Berbasis Teori Graf2026-09-23T15:36:27+07:00Dena Auliadinaauliaktb2@gmail.comElsa Amaliaelsaaamlia6@gmail.comMeilinda Nacwa Azzahrameilindanacwa3@gmail.comNur Latifahlatiffahnur22@gmail.comYolanda Apriliayolandaaprilia85950@gmail.comDarwanto Darwantodharwant@gmail.com<p>This study focuses on spatial connectivity analysis and determining optimal travel routes for students of Muhammadiyah University of Kotabumi (UMKO), by integrating factors such as distance, accessibility, and transportation costs. A quantitative approach is applied using a graph theory framework, where location points are nodes (vertices), and road connections are edges (edges). Route optimization is performed using a weighted graph and shortest paths with multi-criteria weighting to generate the most efficient routes. The results show that transportation connectivity patterns to the UMKO campus exhibit varying degrees of centrality. The combination of cost and accessibility factors substantially influences route preferences, such that the physically shortest route is not always optimal when traffic congestion and road quality are considered as additional cost factors. The results of this study offer recommended strategies for students in managing their daily travel, as well as for universities and local governments in formulating more rational and effective transportation policies. This research contributes to the broader debate on urban mobility optimization and graph-based spatial analysis, highlighting the significance of multi-criteria evaluation in transportation planning in within the framework of higher education.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Graph Theory, Shortest Path, Spatial Connectivity, Transportation Optimization, UMKO</p>2026-09-23T15:36:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5377Analisis Pergerakan Harga Emas di Indonesia Menggunakan Metode Decomposition Multiplicative2026-10-13T11:02:38+07:00Hayik Lana Nurul Khafidohhayikhy@gmail.comAde Ima Afifa Himayatihayikhy@gmail.comFindasari Findasarihayikhy@gmail.com<p>Harga emas merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia karena mampu berfungsi sebagai penyimpan nilai (<em>store of value</em>) dan aset lindung nilai (<em>hedging</em>) terhadap inflasi. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti nilai tukar, inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi global sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola pergerakannya secara akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergerakan harga emas di Indonesia menggunakan metode <em>Decomposition Multiplicative</em> berdasarkan data harian periode Januari–Desember 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (<em>time series</em>). Data diperoleh dari situs resmi harga-emas.org dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga emas mengalami tren meningkat sepanjang tahun 2025 dengan pola musiman yang relatif kecil. Model menghasilkan nilai akurasi MAPE sebesar 3%, MAD sebesar 67.393, dan MSD sebesar 8.561.380.443, yang menunjukkan bahwa metode <em>Decomposition Multiplicative</em> mampu memberikan hasil peramalan dengan tingkat kesalahan yang rendah. Oleh karena itu, metode ini layak digunakan sebagai alternatif dalam analisis maupun peramalan harga emas di Indonesia.</p>2026-09-23T15:51:17+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5262Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Peluang Melalui Model Problem Based Learning Berbasis Pembelajaran Mendalam Pada Siswa Kelas VI2026-09-24T16:03:46+07:00Nasywa Anindita Putrimelatianindita.nasywa001@gmail.comArifin Muslimanindita.nasywa001@gmail.comTri Tura Dyah Anggraenianindita.nasywa001@gmail.com<p>Kurikulum Merdeka mengarahkan pembelajaran di Indonesia menjadi berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan kreatif untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 (Salim, 2023). Penelitian ini menanggapi rendahnya prestasi dan keaktifan siswa kelas VI B SD Negeri 1 Sapuran dengan mengimplementasikan PTK dua siklus yang mengintegrasikan Problem-Based Learning (PBL) berlandaskan prinsip pembelajaran mendalam, menggunakan media konkret dan percobaan sederhana pada materi peluang. Subjek sebanyak 28 siswa; data dikumpulkan melalui tes serta instrumen non-tes; ketuntasan ditetapkan bila ≥75% siswa mencapai KKTP ≥75. Intervensi mengikuti siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi; instrumen divalidasi dan data ditriangulasi untuk keandalan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata kelas naik dari 36,96 (pre-test) menjadi 81,71 (akhir Siklus II), dan ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 79% pada Siklus II. Observasi menunjukkan aktivitas peserta didik tinggi (85% Siklus I; 83% Siklus II) dan aktivitas guru dalam kategori baik (76% Siklus I; 78% Siklus II). Peningkatan ini terkait fase PBL didukung media konkret yang mengaitkan konsep abstrak peluang dengan konteks nyata serta strategi pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan menggabungkan PBL dan pembelajaran mendalam pada materi peluang di tingkat SD dan menunjukkan model ini mampu meningkatkan prestasi belajar dan keterlibatan secara simultan. Temuan mengindikasikan model ini efektif untuk meningkatkan hasil dan partisipasi belajar matematika di sekolah dasar.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5506Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Konkret terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan pada Siswa Kelas V MIN 2 Ngawi2026-10-01T19:55:11+07:00Yuni Lestariyuniles122@gmail.comMiratul Khasanahmiratul578@gmail.comNanda Nur Khasanahyuniles122@gmail.comRahma Damayantiyuniles122@gmail.comSabihisma Ta'fif Bith Thotikyuniles122@gmail.com<p>Pembelajaran matematika pada materi pecahan di sekolah dasar masih menghadapi kendala karena konsepnya bersifat abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan media pembelajaran konkret yang sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran konkret terhadap hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas V MIN 2 Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri atas 31 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji reliabilitas, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 33,35 pada pretest menjadi 63,23 pada posttest. Data penelitian berdistribusi normal dan hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran konkret. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran konkret berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pecahan siswa kelas V MIN 2 Ngawi. Oleh karena itu, media pembelajaran konkret dapat dijadikan sebagai alternatif yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p>2026-10-01T19:55:11+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5291Representasi Matematis Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah SPLDV Berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent2026-10-01T20:06:11+07:00Rofi’atun Nikmahrofiatun.21017@mhs.unesa.ac.idManuharawati Manuharawatimanuharawati@unesa.ac.idBudi Rahadjengbudirahadjeng@unesa.ac.id<p>Representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengungkapkan dan mengembangkan ide matematis dalam bentuk verbal, simbolik, dan visual. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam merepresentasikan informasi dari soal cerita ke dalam model matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Perbedaan gaya kognitif juga dapat memengaruhi cara siswa merepresentasikan dan menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah SPLDV berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kediri, yaitu dua siswa FI dan dua siswa FD yang dipilih berdasarkan hasil tes GEFT, tes kemampuan matematika, dan kemampuan komunikasi. Data dikumpulkan melalui tugas pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok menggunakan tahapan pemecahan masalah Polya. Siswa FI mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, membuat rencana secara visual dengan menggambar grafik dari persamaan yang telah dibuat, menyajikan rencana pemecahan masalah dalam bentuk verbal, visual, dan simbolik yakni membuat model matematika, melaksanakan rencana secara verbal dengan substitusi nilai yang diperoleh ke persamaan matematika, dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang secara verbal. Sementara itu, siswa FD mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, belum mampu membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana dengan memanipulasi model matematika yang telah dibuat dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang sesuai dengan indikator representasi matematis. Dengan demikian, gaya kognitif memengaruhi karakteristik representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah SPLDV.</p>2026-10-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5453Efektivitas Penggunaan Mathigon Berbantuan Lagu terhadap Pemahaman Konsep Sketsa dan Jaring-jaring Kubus di Sekolah Dasar2026-10-06T09:43:58+07:00Fadilla Nurdiana Wahyuningrumfadillandiana31@students.unnes.ac.idPutri Yanuarita Sutiknoputriyanuarita@mail.unnes.ac.id<p>Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan platform digital Mathigon berbasis lagu dalam meningkatkan pemahaman konsep jaring-jaring dan sketsa kubus siswa, yang diimplementasikan melalui model discovery learning. Kedua kelas sampel yang diteliti mendapatkan materi, target pencapaian, dan durasi pengajaran yang sama persis. Data penelitian terbukti memenuhi asumsi normalitas melalui uji Shapiro-Wilk dan bersifat homogen berdasarkan Levene's Test, sehingga layak diolah menggunakan statistik parametrik. Hasil analisis Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan capaian belajar yang signifikan (Sig. < 0,001; t = 14,876), dengan rata-rata nilai akhir kelas eksperimen mencapai 92,27, unggul atas kelas kontrol yang bernilai 60,71. Selanjutnya, efektivitas ini dipertegas oleh perolehan indeks N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,8952 (kategori tinggi; efektivitas 89,52%), memicu lonjakan yang jauh melampaui kelas kontrol dengan skor 0,4411 (kategori sedang; efektivitas 44,11%). Dapat disimpulkan bahwa perpaduan media visual interaktif dan penguat memori auditori ini terbukti optimal dalam menguatkan kemampuan spasial anak. Temuan ini menyuguhkan referensi strategi instruksional inovatif yang sejalan dengan semangat pembelajaran berpusat pada siswa dalam Kurikulum Merdeka.</p>2026-10-06T09:43:58+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5462Peningkatan Keamampuan Pemahaman Konsep Matematis Melalui Model Numbered Heads Together pada Siswa Kelas V MI Al-Hidayah2026-10-06T10:03:55+07:00Reva Rodianah Ryzoemrevarodianah469@gmail.comPutri Rahayu Srevarodianah469@gmail.comMuhammad Fauzan Muttaqinrevarodianah469@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana model pembelajaran kooperatif <em>Numbered Heads Together</em> (NHT) memengaruhi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas V sekolah dasar. Dengan pendekatan kuantitatif berdesain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest, seluruh populasi berjumlah 19 siswa kelas V di MI Al-Hidayah dilibatkan melalui teknik total sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan enam soal uraian yang sudah teruji valid dan reliabel (Alpha Cronbach = 0,680), dengan tingkat kesukaran sedang serta daya pembeda cukup hingga baik. Karena sebaran data pretest dan posttest tidak normal (Shapiro-Wilk < 0,05), analisis data dilakukan secara deskriptif dan diuji lebih lanjut dengan Wilcoxon Signed-Rank Test sebagai uji nonparametrik. Rata-rata nilai siswa naik dari 34,79 sebelum perlakuan menjadi 84,84 sesudahnya, dan seluruh siswa (100%) mencatatkan peningkatan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -3,852 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 (< 0,05), yang menegaskan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa model NHT efektif dan memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep matematis siswa kelas V sekolah dasar, sehingga model ini layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika.</p>2026-10-06T10:03:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4926Pengembangan Soal Literasi Matematis Konten Geometri dengan Konteks Sosial dan Budaya Kelas IX SMP/MTs2026-10-06T10:24:25+07:00Wiranti Wiranti220205023@student.ar-raniry.ac.idM. Duskri220205023@student.ar-raniry.ac.id<p>Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematis peserta didik Indonesia sebagaimana tercermin dalam hasil PISA <em>(Programme for International Student Assessment).</em> Tujuan penelitian ini untuk memperoleh butir soal literasi matematis konten geometri dengan konteks sosial dan budaya yang valid dan reliabel guna meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas IX SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model Tessmer melalui tahapan <em>Preliminary</em>, <em>self evaluation</em>, <em>expert review</em>, <em>one to one</em>, <em>small group,</em> dan <em>field test</em>. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, serta tes literasi matematis. Subjek penelitian terdiri dari 114 siswa kelas IX-6 & IX-8 SMP N 1 Banda Aceh, kelas IX-8 MtsN 1 Banda Aceh dan IX-7 SMP N 17 Banda Aceh. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dari aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Analisis butir soal dilakukan secara kuantitatif untuk menilai tingkat kesukaran, daya pembeda, keberfungsian pengecoh, validitas dan reliabilitas melalui perangkat lunak Iteman. Hasil pengembangan menunjukkan dari 15 soal yang dikembangkan, sebanyak 14 soal diterima dengan tingkat kesukaran dalam interval 0,30-0,70 dan daya beda ≥ 0,30 dan 1 butir soal dibuang karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. Secara keseluruhan butir soal diperoleh indeks reliabilitas sebesar 0,669 yang tergolong tinggi. Dari penelitian ini dihasilkan produk berupa seperangkat soal yang valid, reliabilitas tinggi, daya beda yang baik, dan tingkat kesulitan sedang.</p>2026-10-06T10:24:25+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5553Penerapan Model Game Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Payakumbuh2026-10-06T11:20:52+07:00Fauziah Kurnia Putrifauziahkurnia3@gmail.comMelisa Melisaicamelisa87@gmail.comZulfitri Aimazulfitristkip@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Game Based Learning (GBL) berbantuan Zep Quiz lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis True Experimental Design dan desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan kelas XI.F2 sebagai kelas eksperimen dan XI.F6 sebagai kelas kontrol, masing-masing terdiri atas 40 siswa. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran GBL berbantuan Zep Quiz selama empat pertemuan, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan posttest berbentuk lima soal uraian. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Lilliefors, uji homogenitas F, dan uji-t satu pihak. Rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 83,87, sedangkan kelas kontrol sebesar 72,27. Hasil uji hipotesis menunjukkan dengan p-value = 0,0004. Dengan demikian, kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran GBL berbantuan Zep Quiz lebih baik secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.</p>2026-10-06T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5578Analisis Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Pembelajaran dan Penilaian Matematika Berbasis HOTS2026-10-06T11:28:27+07:00Firdaus Firdausfirdaus.mat@unm.ac.idSyarifuddin Syarifuddinsyarifuddin05@unm.ac.idAwaluddin Baharawaluddin.bahar@unm.ac.id<p>Pembelajaran dan penilaian berbasis <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) menjadi tuntutan penting dalam Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif persepsi serta dinamika implementasi guru SD terhadap pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran matematika di SD Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (<em>mixed methods</em>) dengan desain <em>sequential explanatory</em>. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran angket skala Likert 4 pilihan kepada 85 orang guru SD di Kabupaten Bone. Data kualitatif dikumpulkan melalui analisis dokumen perangkat pembelajaran (Modul Ajar dan instrumen soal matematika) serta wawancara semi-terstruktur terhadap 12 orang guru SD. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa persepsi akumulatif guru berada pada Kategori Tinggi (3,05). Analisis dokumen memperlihatkan bahwa 66,7% guru telah mampu merancang tujuan pembelajaran berbasis HOTS, namun hanya 33,3% yang berhasil menyusun instrumen penilaian/soal matematika berkarakteristik HOTS secara sahih. Hasil wawancara memperjelas bahwa hambatan utama bersumber dari miskonsepsi guru yang menyamakan soal HOTS dengan soal rumit/panjang, rendahnya literasi numerasi dasar siswa SD, serta minimnya pelatihan praktis pembuatan kisi-kisi soal HOTS matematika. Triangulasi data menegaskan perlunya reorientasi pelatihan pedagogi matematika berbasis <em>coaching </em>terstruktur di tingkat Kelompok Kerja Guru (KKG).</p>2026-10-06T11:28:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5495Validitas E-LKPD Interaktif Berbasis Problem Based Learning pada Materi Lingkaran Kelas XI2026-10-06T11:58:12+07:00Fadli Apriliantofadliaprr123@gmail.comSefna RismenFadliaprr123@gmail.comVillia AnggrainiFadliaprr123@gmail.com<p>Penelitian ini menghasilkan E-LKPD interaktif berbasis Problem Based Learning pada materi lingkaran untuk peserta didik kelas XI serta mengkaji tingkat validitas produk yang dikembangkan. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pelaporan dalam artikel ini difokuskan pada proses pengembangan dan penilaian validitas produk. Pada tahap Development, E-LKPD yang dirancang menggunakan Wizer.me dinilai oleh tiga validator yang terdiri atas dua ahli materi dan satu ahli media. Penilaian dilakukan menggunakan lembar validasi dengan skala Likert. Data berupa skor validator dianalisis secara kuantitatif dalam bentuk persentase, sedangkan saran validator digunakan sebagai dasar perbaikan produk. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan isi sebesar 93,75%, penyajian 95,83%, bahasa 89,58%, kegrafisan 96,88%, tampilan 91,67%, dan kemudahan penggunaan 83,33%. Secara keseluruhan, E-LKPD memperoleh persentase validitas sebesar 91,84% dengan kategori sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas dan dapat digunakan sebagai bahan ajar matematika pada materi lingkaran.</p>2026-10-06T11:58:12+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5033Contextual Teaching dnd Learning Berbasis Etnomatematika Sebagai Alat Penguatan Penalaran Matematis: Systematic Literature Review2026-10-08T11:31:10+07:00Candra Widi Ariyantocandrawidi81@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa di Indonesia disebabkan oleh persepsi bahwa matematika merupakan subjek abstrak yang terpisah dari realitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis kontribusi integrasi etnomatematika melalui pendekatan <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap 33 artikel penelitian rentang tahun 2017–2025 yang diseleksi menggunakan protokol PRISMA dari database akademik terpercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan konteks budaya lokal (seperti arsitektur Pura, simbol Surya Majapahit, dan budaya Melayu) yang dikelola melalui komponen <em>Contextual Teaching and Learning</em> terbukti secara signifikan memperkuat daya nalar matematis siswa. Integrasi ini efektif dalam menjembatani konsep abstrak menjadi representasi konkret sekaligus mampu memitigasi hambatan psikologis seperti kecemasan matematika (<em>math anxiety</em>) yang sering menghambat proses berpikir logis. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi etnomatematika berbasis <em>Contextual Teaching and Learning</em> merupakan inovasi pendidikan yang meningkatkan penalaran, motivasi, dan keaktifan belajar siswa. Sebagai proyeksi masa depan, diperlukan pengembangan teknologi digital seperti <em>Augmented Reality</em> (AR) untuk memvisualisasikan kearifan lokal secara interaktif guna mendukung keterampilan abad ke-21</p>2026-10-08T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5474Diifferentiated Instruction Berorientasi Literasi Numerasi dalam Pembelajaran Geometri untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Pembuktian Matematis2026-10-08T11:49:13+07:00Naning Kurniawatinaningkurniawati@unugiri.ac.idAstrid Chandra Sarinaningkurniawati@unugiri.ac.idAnisa Fitrinaningkurniawati@unugiri.ac.id<p>Kemampuan penalaran dan pembuktian matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran geometri karena menuntut siswa untuk menghubungkan konsep, menyusun argumen logis, dan memvalidasi kebenaran suatu pernyataan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan penalaran dan pembuktian matematis siswa kelas VII setelah mengikuti pembelajaran geometri dengan pendekatan <em>Differentiated Instruction</em> berorientasi literasi numerasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> <em>one-group pretest–posttest</em>. Partisipan penelitian adalah 21 siswa kelas VII yang mengikuti tes sebelum dan sesudah pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran dan pembuktian matematis pada materi geometri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro–Wilk, paired sample t-test,</em> dan ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor <em>pretest</em> siswa sebesar 44,05 meningkat menjadi 73,57 pada <em>posttest</em>, dengan selisih rata-rata 29,52 poin. Data <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> berdistribusi normal dengan nilai signifikansi <em>Shapiro–Wilk</em> masing-masing 0,057 dan 0,052. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, t(20) = -14,695; p < 0,001, dengan ukuran efek sangat besar, Cohen’s d = 3,207. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran geometri dengan pendekatan <em>Differentiated Instruction</em> berpotensi mendukung peningkatan kemampuan penalaran dan pembuktian matematis siswa. Namun, karena penelitian ini tidak menggunakan kelas kontrol, hasilnya perlu ditafsirkan sebagai bukti peningkatan dalam satu kelompok, bukan sebagai bukti komparatif terhadap pendekatan pembelajaran lain.</p>2026-10-08T11:49:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5183Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Game Interaktif Tarik Tambang Matematika Terhadap Peningkatkan Literasi Numerasi2026-10-13T12:10:48+07:00Nisaul Fitri Lailatunikmahfitrinikmah057@gmail.comNaning Kurniawatifitrinikmah057@gmail.comFestian Cindarbumifitrinikmah057@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) berbantuan <em>game</em> interaktif “Tarik Tambang Matematika” terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII MTs Hidayatul Islam Tanjungharjo, Kapas, Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> berupa <em>one-group pretest-posttest design</em>. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 21 siswa dengan teknik <em>sampling jenuh</em>. Instrumen pengumpulan data meliputi tes <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, dokumentasi, serta lembar observasi aktivitas belajar. Instrumen tes berfokus pada materi perbandingan dan telah dinyatakan valid serta reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa setelah penerapan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa, yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai <em>pretest</em> sebesar 34,05 meningkat menjadi 80,42 pada <em>posttest</em>, dengan peningkatan rata-rata sebesar 45%. Hasil observasi aktivitas siswa juga menunjukkan keterlibatan yang sangat baik dengan persentase sebesar 88%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model PBL berbantuan <em>game</em> interaktif “Tarik Tambang Matematika” menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Model pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran inovatif dalam mendukung pengembangan kemampuan numerasi siswa.</p>2026-10-13T12:10:48+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5442Pengembangan LKPD Matematika Kontekstual Islami untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Murid SMP2026-10-13T13:11:03+07:00Ahmad Jamiatjamiat097@gmail.comNana Sepriyantinanasepriyanti@uinib.ac.idMuhammad Zalnurmuhammadzalnur@uinib.ac.id<p>Kemampuan koneksi matematis murid SMP masih terbatas karena murid kesulitan mengaitkan konsep matematika dengan konsep lain, bidang ilmu lain, dan situasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD Matematika Kontekstual Islami pada materi Aritmetika Sosial serta menguji validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis murid. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) di SMP Negeri 25 Padang. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket praktikalitas, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan tes kemampuan koneksi matematis, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, LKPD memperoleh validitas 95% (sangat valid), praktikalitas 88% dari pendidik dan 93% dari murid (sangat praktis), serta keterlaksanaan pembelajaran 95% (sangat baik). Rata-rata skor tes naik dari 74 pada pretest menjadi 83 pada posttest dan melampaui KKTP sebesar 80. Temuan ini sejalan dengan kajian terdahulu tentang LKPD kontekstual dan berbasis nilai Islam, sedangkan desain satu kelompok pada satu sekolah membatasi generalisasi hasil. Dengan demikian, LKPD Matematika Kontekstual Islami layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung kemampuan koneksi matematis murid SMP.</p>2026-10-13T13:11:03+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5523Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif Teknik Send-a-Problem Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa2026-10-13T13:25:53+07:00Mursyidah Azizahmursyidahazizah4@gmail.comAsep Jihadmursyidahazizah4@gmail.comHamdan Sugilarmursyidahazizah4@gmail.com<p>Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah matematis tahapan Polya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kolaboratif teknik <em>Send-a-Problem </em>memberikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik daripada penerapan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan metode <em>quasi experimental </em>dengan populasi penelitian seluruh kelas VIII dan teknik <em>sampling </em>adalah <em>purposive </em>sampling. Desain yang digunakan adalah <em>nonequivalent control group design </em>yaitu pemberian <em>pretest </em>dan <em>posttest </em>pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, namun hanya kelas eksperimen saja yang mendapatkan perlakuan. Data N-Gain siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas varians sehingga uji-t bebas digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil uji-t menunjukkan nilai t<sub>hitung</sub> (5,051) > t<sub>tabel</sub> (1,674) sehingga H<sub>0</sub> ditolak, artinya hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kolaboratif teknik <em>Send-a-Problem </em>berbantuan <em>GeoGebra</em> lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvesional.</p> <p> </p>2026-10-13T13:25:53+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5502Penerapan Model Inquiry Based Learning Berbantuan Geogebra Pada Pembelajaran Matematika SMP Negeri 3 Satu Atap Onohazumba2026-10-13T17:34:08+07:00Enjel Fitriani Waruwuenjelfitrianiwaruwu@gmail.comSadiana Laseenjelfitrianiwaruwu@gmail.comRatna Natalia Mendrofaenjelfitrianiwaruwu@gmail.comYakin Niat Telaumbanuaenjelfitrianiwaruwu@gmail.com<p>Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 3 Satu Atap Onohazumba adalah keaktifan dan hasil belajar murid yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) berbantuan GeoGebra dan peningkatan hasil belajar matematika murid. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 murid kelas VIII pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes uraian, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Keaktifan murid meningkat dari 50,66% pada Siklus I menjadi 81,91% pada Siklus II. Nilai rata-rata meningkat dari 45 pada pra-siklus menjadi 67,27 pada Siklus I dan 81,13 pada Siklus II. Pada Siklus I, sebanyak 9 dari 22 murid (40,90%) mencapai ketuntasan. Pada Siklus II, sebanyak 19 murid (86,36%) mencapai ketuntasan, sehingga melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan IBL berbantuan GeoGebra di kelas yang diteliti diikuti perbaikan keterlaksanaan pembelajaran, keaktifan murid, dan hasil belajar matematika.</p>2026-10-13T17:34:08+07:00##submission.copyrightStatement##https://j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5070Cultural Geo-Math: Eksaminasi Geometrik Mozaik Phinisi Lamba sebagai Katalisator Complex Problem-Solving Skills Berorientasi Ethnovision Math2026-10-13T17:41:26+07:00Wiwi Damayantiwiwidamayantiiiii@gmail.comNaimah Naimahnaimahparonda70@gmail.comAspikal Aspikalaspikallandu@gmail.comAndi Muhammad Irfan Taufan Asfartauvanlewis00@gmail.comAndi Muhamad Iqbal Akbar Asfarandiifalasfar@gmail.comAndi Nurannisaandinurannisa30@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan geometri dan <em>Complex Problem-Solving </em>peserta didik masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika SMP. Pembelajaran yang cenderung abstrak serta minimnya integrasi budaya lokal menyebabkan peserta didik kesulitan memahami konsep geometri secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran <em>EthnoVision Math</em> berbasis <em>Augmented Reality</em> terintegrasi mozaik geometrik <em>Phinisi Lamba</em> untuk meningkatkan kemampuan CPS peserta didik. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap <em>Analyze, Design, Development, Implementation,</em> dan <em>Evaluation</em>. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Kahu dan UPT SMP Negeri 3 Kahu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, angket, dan validasi ahli. Data dianalisis menggunakan uji validitas, kepraktisan, normalitas, homogenitas, <em>N-Gain</em>, dan <em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media <em>EthnoVision Math</em> memperoleh kategori sangat valid dengan rata-rata validasi sebesar 90,5%. Respons guru dan peserta didik menunjukkan kategori sangat praktis dengan rata-rata masing-masing sebesar 90,1% dan 89,2%. Hasil implementasi memperlihatkan peningkatan kemampuan <em>Complex Problem-Solving </em>peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 < 0,05. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media <em>EthnoVision Math</em> efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kompleks melalui pembelajaran geometri berbasis ethnomathematics dan visualisasi AR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi budaya lokal dan teknologi AR dapat menjadi inovasi pembelajaran matematika yang kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kompetensi abad ke-21.</p>2026-10-13T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##